Ratusan Halte Transmusi di Palembang Rusak Parah

Halte transmusi di Jalan AKBP Cek Agus Palembang kini kondisinya rusak parah. Foto: koer/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sebanyak 254 halte transmusi yang ada di Palembang kini sudah rusak parak. Kondisinya tidak layak lagi, bahkan bisa membahayakan masyarakat.

Selain rusak, halte juga kotor dan menebarkan bau tidak sedap, sehingga mengganggu kenyamanan pengguna transmusi yang menunggu bus di halte tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Rizal mengakui kondisi jika kondisi halte yang ada saat ini, hampir semuanya rusak parah. “Ada sekitar 254 halte dalam kondisi rusak,” ungkapnya, Jumat (10/01/2020).

Agus mengatakan, kondisi halte yang rusak tersebut, diakibatkan anggaran yang disediakan tidak cukup. Sehingga, perawatan yang dilakukan tidak dapat dilakukan dengan maksimal. “Kita cuma ada anggaran Rp100 juta per tahun, sedangkan biaya perbaikan untuk halte yang rusak Rp30 juta,” terangnya.

Agus mengaku masih mencari cara agar halte dapat diperbaiki. Salah satunya bantuan dana forum CSR atau melalui pihak ketiga dengan sistem kerjasama.

“Kita ajukan dua opsi untuk perbaikan halte ini, pertama pakai dana CSR atau melalui pihak ketiga dengan sistem kerjasama, jadi anggaran yang kita sediakam untuk perbaikan bisa fokus untuk perawatan,” ulasnya.

Dengan opsi ini, Agus berencana akan menerapkan skema, dari 68 persen yang rusak ini akan di lakukan perbaikan dan dilihat dari kondisi rusaknya, parah, sedang dan ringan.

Sedangkan, dengan skema CSR, maka ini akan dibantu sepenuhnya forum CSR. “Jadi kalau pihak ketiga bisa berupa penarikan retribusi,  ataupun pajak,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya juga tengah melakukan inventaris lagi halte – halte yang ada, apakah masih ada yang dikelolah pihak ketiga, dan berapa yang di miliki pemkot/aset daerah.

“Kalau sudah jadi milik/ aset pemkot inikan bisa dikelolah, iyalah dengan penarikan retribusi atau pajak, jika digunakan untuk iklan, dll oleh pihak ketiga,” paparnya. (sef)