Buang Kulit Durian di Sungai Musi, Terancam Tiga Bulan Kurungan

Kasatpol PP Kota Palembang, GA Putra Jaya mengintrogasi pelaku yang membuang sampah sembarangan di Sungai Musi. Foto : rika/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemkot Palembang akan menindak tegas warga membuang sampah sembarangan, salah satunya di sungai.

Seperti yang dialami Agus, Ade, Nepri dan Adi. Viralnya video pembuangan sampah berkarung-karung ke Sungai Musi di atas Jembatan Musi IV, membuat keempatnya terancam kurungan tiga bulan kurungan atau denda maksimal Rp 50 juta.

Keempatnya, berhasil ditangkap Satpol PP Kota Palembang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Palembang. Kini, keempatnya ditahan di Satpol PP Kota Palembang dan akan disidang yustisi.

Kepada Palpos.ID, Agus dan Ade yang membuang sampah ke sungai mengaku sangat menyesal. “Saya minta maaf, saya itu hanya refleks saja buang sampah kulit durian itu ke sungai. Semula akan saya buang ke tempat sampah di Boom Baru, tapi dimarahi orang yang jaga disitu. Lalu, kami lewat Musi IV, langsung buang disitu, karena hari sudah malam sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Agus yang mendapat upah Rp 20 ribu dari buang sampah tersebut.

Agus juga mengingatkan agar warga Palembang tidak lagi membuang sampah di sungai, karena sekarang bisa ditahan. “Ini jadi pelajaran bagi kami, lain kali tidak akan lagi buang sampah di sungai,” ujarnya.

Sementara Adi, yang menjual durian di Pasar Kuto mengaku, hanya menyuruh Nepri pemilik angkot untuk membuang 7 karung kulit durian tersebut. “Ternyata Nepri menyuruh Agus dan Ade membuangnya. Saya tidak suruh buang ke sungai. Saya cuma minta buang sampah kulit durian ini. Satu karung diupah Rp 3.000, total 7 karung jadi saya bayar Rp 20 ribu. Saya tidak tahu kalau ternyata dibuang ke sungai,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Satpol PP Kota Palembang, GA Putra Jaya mengatakan, pihaknya mendapat instruksi dari Sekda Kota Palembang, yang menerima laporan dari masyarakat terkait adanya mobil yang membuang sampah di Sungai Musi.  (sef)