MI Ittihadiyah Sejak Berdiri Tak Miliki Instalasi Listrik

Siswa-siswi MI Ittihadiyah saat melaksanakan proses belajar mengajar. Foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ittihadiyah milik yayasan pendidikan islam Ittihadiyah, di Jalan Sungai Lacak Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang, kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasalnya, atap, lantai dan dindingnya (Aladin) 4 ruangan kelas untuk siswa melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) sudah banyak yang rusak. Bahkan madrasah ini tidak mempunyai instalasi listrik sebagai salah satu sarana penunjang pendidikan dan sebagai penerangan di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto SPd MM setelah memantau pembangunan gedung SDN 155 menyempatkan diri mengunjungi MI Ittihadiyah.

Zulinto mengatakan, ada kejanggalan didalam proses KBM di sekolah itu, yakni kondisi ruangan kelasnya gelap tidak ada instalasi listrik sebagai penerangan. Dirinya mewakili walikota Palembang memberikan sumbangan Rp 2.000.000 supaya sekolah ini bisa memasang instalasi listrik. “Meteran listrik di daerah tersebut sudah masuk, akan tetapi instalasi di ruangan kelas-kelas di sini tidak ada,” ujarnya.

“Jangan dipandang jumlah nilai uangnya, karena ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari Pemkot Palembang, khususnya Dinas Pendidikan Kota Palembang terhadap dunia pendidikan,” ungkapnya.

Sementara Wakil Kepala MI Ittihadiyah, Tarbiyah SPdI mengatakan, sejak berdirinya sekolah ini, tidak ada instalasi listrik. ‘’Sebenarnya kami sudah punya niat memasang instalasi listrik, tapi karena terbentur biaya, jadi belum bisa. Makanya anak-anak terpaksa harus belajar di kelas dengan keadaan  ruangannya agak sedikit redup,” ujarnya.

Tarbiyah mengatakan, karena untuk saat ini pihak sekolah hanya mengandalkan dana infak, dan dana BOS, namun itu tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan sekolah.

“Anak-anak yang bersekolah tidak dipungut biaya alias gratis.  Jadi semua kebutuhan untuk kegiatan operasional sekolah hanya mengandalkan dana tersebut. Mengingat jumlah siswa kita juga tidak terlalu banyak, ada 140 siswa, makanya kita terbentur biaya,” keluhnya. (Uci)