Sumur Gas Meledak, Operator Terpental Hingga Tewas

Istri korban menunjukan foto Supriyadi semasa hidup, Senin (01/13). Foto: Friday

PALI, PALPOS.ID –  Supriyadi (49), Warga Rejosari, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi,Kabupaten PALI, menghembuskan nafas terakhir meskipun sudah mendapatkan perwatan medis di RS Bunda Prabumulih. Ia meninggal akibat kecelakaan kerja, saat melakukan akrivitas di lokasi  pengeboran oleh PT Exspan Petrogas Intranusa (EPI) atau Rig EPI #8 Sumur Candi-3 di wilayah kerja KSO PT Pertamina, dan terjadi ledakan atau flash fire yang menyebabkan mud gas.

Akibat ledakan itu, korban selaku operator dari PT Queen Energy Indonesia (QEI) terpental hingga puluhan meter dan mengenai benda tumpul. Setelah kejadian, korban dengan kondisi kritis sempat dilarikan ke Puskesmas Tanah Abang. Kemudian dirujuk ke RS Bunda Kota Prabumulih, dan dirujuk lagi ke RSUD Kota Prabumulih.

“korban Supriyadi langsung dibawa ke Puskesmas Tanah Abang lalu dirujuk ke RS Bunda Prabumulih dan meninggal, ” terang narasumber yang tak mau dipublikasikan namanya.

“Kami dapat kabar pukul 13.00 WIB dari teman kerja suami aku bahwa suami aku alami kecelakaan kerja. Lalu kami berangkat ke Tanah Abang, tapi ditengah jalan kami dikabari bahwa suami aku meninggal,” ungkap Erkomsiatun, istri korban Supriyadi, saat di jumpai sejumlah awak media di rumah duka ,Senin (13/01).

Erkomsiatun juga mengatakan jika saat korban dikebumikan, pihak perusahaan sempat datangi rumah duka.

“Pihak perusahaan memang sudah datang, ucapkan bela sungkawa dan memberikan gaji suami aku selama 10 hari. Karena suami aku statusnya masih pekerja harian, sebab masa kerja baru satu bulan, sejak tanggal 13 Desember 2019. Namun sangat disayangkan, pihak perusahaan tidak menceritakan kronologi kejadiannya,” terangnya.

Ia menjelaskan, ia mendapat informasi kejadian itu dari rekan kerja suaminya. “Dari keterangan teman kerja suami aku bahwa ada pipa gas pecah dan mengenai kepala suami aku dan dua rekannya. Lalu seluruh korban dilarikan ke Puskesmas Tanah Abang kemudian dirujuk ke RSU Prabumulih, namun suami aku meninggal dunia,” kenangnya. (fry)