Tiga Pembobol Rumah Keok Didor

Ketiga pelaku pembobol rumah diamankan di Polres Lubuklinggau, Senin (01/13). Foto: Maryati

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Berkahir sudah sepak terjang tiga dari enam kawanan pembobol rumah yang meresahkan warga Kota Lubuklinggau. Pasalnya, ketiga tersangka Gunawan (34), Kusuma (32) dan Dika (28), warga Kelurahan Talang Muara Enim, diringkus anggota Satreskrim Polres Lubuklinggau. Sedangkan tiga lainnya KML, WR dan TIT, masih dalam Daftra Pencarian Orang (DPO).

Ketiga tersangka  diringkus di Jalan Wirakarya, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Minggu (12/01), sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Dari ketiga tersangka  polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa  kotak Hp Vivo Y95, tiga unit sepeda motor yakni Honda Beat warna biru putih, Yamaha Mio warna silver, dan Suzuki Satria serta mobil Cary warna hitam.

Selain itu, polisi juga mengamankan belasan ponsel beragam merk, kartu Ajungan Tunai Mandiri (ATM) dan sejumlah dompet serta dua selongsong peluru. Diantara BB tersebut ada juga sejumlah jimat berupa raja, jimat kebal dan lainnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, didampingi Kasatreskrim, Alex Andrian, dalam pers release di Mapolres Lubuklinggau, Senin (13/1), sekitar pukul 14.30 WIB, menjelaskan kronologis penangkapan para tersangka berawal dari laporan korban Neliana (36), warga  Jalan Kenanga, Kelurahan Baturip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II,  Selasa (7/1).

“Dari laporan itu dilakukan penyelidikan dan diketahuilah identitas para tersangka, hingga akhirnya ketiga tersangka berhasil diringkus di Jalan Wirakarya. Karena mencoba melawan saat akan ditangkap, ketiganya dilumpuhkan dengan timah panas di kaki masing-masing,” kata Dwi.

Setelah diperiksa ternyata para tersangka ini terlibat dalam 17 kasus curat dan curanmor. Untuk daerah operasi para tersangka, hampir mencakup seluruh wilayah hukum Polres Lubuklinggau.

“Jadi merata, ada di Lubuklinggau Timur, Barat dan Utara. Sebelum tertangkap komplotan tersangka juga pernah beraksi diwilayah Timur dan ketahuan sehingga sempat terjadi baku tembak antara tersangka dan polisi,” jelas Dwi.

Kepada tiga pelaku lain yang masih DPO, dikatakan Dwi, sebaiknya menyerahkan diri. Dia menjamin, akan memperlakukan para pelaku dengan baik. “Saya ingatkan utiga pelaku yang masih DPO untuk menyerahkan diri sebelum tertangkap, bila anggota yang nangkap saya tidak tahu apa yang terjadi nanti, ” tutup Dwi. (mar)