WNA Tiongkok Dijambret, Rugi Rp 75 Juta

Warga negara Tiongkok alias RRT Cina, Cang Ping dan Zeng Zhu, yang menjadi sasaran jambret, Selasa (14/01/2020). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Aksi bandit bermotor alias jambret, pada Selasa (14/01/2020), sekitar pukul 11.30 WIB, menyasar dua warga negara asing (WNA). Adalah Cang Ping alias Mike, dan Zeng Zhu, keduanya warga Cinciang Kota Sanghai Republik Rakyat Tiongkok (RRT) alias Cina.

Siang bolong itu kedua korban Cang bersama Zeng, baru saja keluar dari CV Pinago atau Kantor BSS, di Jalan Mayor Ruslan Kecamatan Ilir Timur (IT) II Kota Palembang. Infonya bisnis produk perusahaan dan kelapa sawit.

Sembari menunggu mobil yang mengantar mereka, keduanya santai merokok. Tapi malang tak diterka datang, tiba-tiba dua pelaku mengendarai motor jenis matic, langsung memepet keduanya.

Dalam hitungan menit, pelaku berhasil merampas tas milik korban, lalu dengan cepat kabur. Keduanya pun meminta tolong warga sekitar, tetapi pelaku keburu jauh.

Tidak lama kemudian, anggota Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan Polsek IT I datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Sedangkan kedua korban mendatangi SPKT Polda Sumsel untuk melaporkan kasusnya.

Dari keterangan Cang dan Zeng dalam bahasa Cina yang kental dengan diterjemahkan rekan mereka Hakim Tahir, kedua korban tidak menyangka sama sekali akan kehilangan semua surat penting tersebut.

“Tadi itu mereka baru keluar dari kantor BSS, CV Pinago, setelah itu mereka keluar, merokok sambil menunggu mobil. Secara tiba-tiba datang dua orang naik sepeda motor, langsung istilahnya dijambret,” ungkapnya.

Didalam tas mister Chu, ada tas besar dan tas kecil, ada uang Rp 50 juta, US$100, 1O ribu Yen, 30 ringgit Malaysia, 20 dolar Singapura, Paspor, KTP dan Kredit card 10 lembar, dan semuanya hilang. Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp75 juta. “Datang kesini mereka ke CV Pinago, mau beli produk BSS, mereka ini buyer,” timpalnya.

Sedangkan keterangan Cang, ia baru satu malam di Palembang dan sangat kecewa dan marah atas kejadian itu. “Just one night, in Palembang, crime so high in Indonesia,” keluhnya. Rencananya sudah ketemu pimpinan CV Pinago, keduanya akan berangkat Medan, tetapi nasib mau apa dikata.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi SIk menegaskan, pihaknya telah menerima pengaduan atas perkara dua WNA asal Tiongkok yang menjadi korban kejahatan. “Anggota sudah diterjunkan dan laporannya kita terima. Saat ini petugas sedang bekerja untuk mengungkap para pelakunya,” tegasnya. (den)