APBD Sumsel 2020 Mandeg, Sekwan Ajak Berdoa

Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati dan Gubernur Sumsel, H Herman Deru foto bersama usai penandatanganan RAPBD 2020, beberapa waktu yang lalu. Foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sampai saat ini APBD Provinsi Sumsel tahun 2020 masih belum selesai (Mandeg). Sementara kegiatan pemerintahan masih harus terus berjalan.

Untuk itu Sekretaris DPRD Sumsel, H Ramadhan Basyeban mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama berdoa, agar APBD Sumsel segera diselesaikan.

“Saya tidak bisa berkomentar banyak mengenai hal ini. Yang jelas, saya sangat yakin kalau APBD Sumsel tahun 2020 akan selesai sebelum masa 60 hari untuk pembahasan berakhir, karena DPRD Sumsel maupun Pemprov Sumsel mempunyai tujuan yang sama, yakni ingin memberikan yang terbaik buat provinsi ini. Agar semuanya berjalan sesuai harapan, saya mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama berdoa, karena tidak ada kekuatan yang lebih besar dari kekuatan doa,” ujar Ramadhan saat dihubungi Palpos.ID, Rabu (15/01/2020).

Batas waktu pembahasan APBD Sumsel ini sendiri kata Ramadhan, mengacu pada  sesuai UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, waktu pembahasan APBD itu adalah 60 hari kerja terhitung sejak penandatanganan RAPBD. “Nah. Karena RAPBD Provinsi tahun 2020 ditandatangani 13 Desember 2019, maka kalau hitung dikalender, batas akhir pembahasan APBD ini aalah 9 Maret. Jadi masih cukup panjang waktunya,” jelas Ramadhan.

Sementara itu, salah seorang wakil rakyat yang engan disebut namanya mengatakan, belum selesainya APBD 2020 ini membuat kegiatan anggota dewan agak terhambat. Bahkan, sudah hampir sebulan terakhir anggota dewan tidak melakukan kunjungan kerja, terutama keluar provinsi.

“Sampai saat ini kita belum melakukan kunker atau studi banding keluar provinsi. Padahal itu penting untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah yang ada di Sumsel. Saya harap APBD Sumsel segera disahkan,” tukasanya. (opa)