Wabup OKU Ditahan Jelang Tengah Malam

Wakil Bupati OKU Johan Anuar digiring penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel menuju ruang tahanan, Selasa (14/01/2020) malam. Foto: jpnn/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sehari setelah menerima putusan praperadilan di PN Baturaja, dimana permohonannya ditolak, akhirnya Wakil Bupati (Wabup) OKU Johan Anuar (JA), diperiksa penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, Selasa (14/01/2020).

Pemeriksaan terhadap orang nomor dua di Kabupaten OKU ini, dimulai sejak pukul 09.45 WIB, dan baru selesai sekitar pukul 22.10 WIB. Saat pemeriksaan, JA didampingi penasehat hukum Advokat Titis Rachmawati SH MH.

Akan tetapi, ketika keluar ruangan jelang tengah malam tersebut, JA bukannya untuk pulang, melainkan menuju ruang tahanan sementara Polda Sumsel. Ya, JA resmi ditahan penyidik terkait kasus dugaan markup tanah kuburan tahun 2012, dengan kerugian negara sekitar Rp3,49 miliar.

JA terlihat keluar mengenakan baju kotak-kotak dengan pengawalan sejumlah penyidik. ‘’Setelah diperiksa, langsung kami tahan tersangka JA,” tegas Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setiawan, kepada wartawan, Selasa (14/01/2020) malam.

Sementara advokat Titis Rachmawati mengaku, selama pemeriksaan, JA sempat drop dan diperiksa dokter dari RS Bhayangkara Palembang.

“Ada sekitar 43 pertanyaan. Tidak beda jauh dengan pertanyaan sebelumnya, kasus ini dinaikkan lagi. Tadi klien kami sempat drop dan sempat diperiksa dokter. Tensinya sekitar 180/100, kami sudah minta tidak ditahan, namun tetap ditahan oleh penyidik,” ungkap Titis.

Diberitakan sebelumnya, JA dijadikan tersangka kasus dugaan markup pengadaan tanah kuburan di Kabupaten OKU tahun 2012 yang lalu, dengan kerugian sekitar Rp 3,49 miliar.

Pada Senin (13/01/2020), gugatan praperadilan JA di PN Baturaja, terkait penetapan status tersangka dirinya, kandas alias ditolak Hakim tunggal PN Baturaja.

Selanjutnya, Selasa (14/01/2020), JA mendatangi penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan, karena sudah dianggap tiga kali mangkir oleh penyidik.

Akhirnya, setelah menjalani proses pemeriksaan yang cukup panjang yakni sekitar 12 jam, JA pun resmi ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel. (den/bar)