DPC Partai Gerindra Kota Prabumulih Diterpa Isu Dualisme Kepemimpinan

Ilustrasi. Foto: istimewa/net

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Prabumulih, diterpa isu dualisme kepemimpinan, yakni Amsi Kurniawan dan kepemimpinan Aryono yang merupakan anggota DPRD Kota Prabumulih.

Namun belakangan ini beredar isu kepengurusan Gerindra Prabumulih diketuai Aryono, Sekretaris Tri Hidayat dan Bendahara Mardianto. Namun, kepemimpinan Aryono hingga saat ini belum memiliki Surat Keputusan (SK) resmi dari Ketua Umum Partai Gerindra yakni Prabowo Subianto.

Terkait  itu Amsi Kurniawan angkat bicara dan mengajukan protes dengan kepengurusan diduga bermasalah itu. Bahkan Amsi mengancam akan membawa persoalan itu ke ranah hukum dengan melaporkan kepengurusan Gerindra Prabumulih ke Polda Sumsel.

Alasannya karena diduga melakukan pemalsuan tandatangan dan pencemaran nama baik dirinya.

“Saya masih ketua sah DPC Gerindra Kota Prabumulih dan ada SK-nya. Namun selama ini baik di spanduk, berita, ucapan dan lainnya ketua sudah berubah. Selama ini saya hanya diam dan berusaha meredamnya sendiri,” ujar Amsi kepada wartawan, Senin (20/01/2020).

Dikatakannya, kepengurusan Gerindra saat ini semena-mena dan tidak ada kebersamaan antar pengurus, serta seluruh pengurus lama dilakukan pencopotan.

Masih kata Amsi, sejak tanggal 25 Juli 2018 dirinya tidak pernah menandatangani lagi kegiatan atau surat menyurat di DPC Gerindra Kota Prabumulih. Karena itu, seluruh kegiatan partai yang berhubungan dengan tandatangan ketua baik dari tahapan DCT, penetapan caleg terpilih, pembentukan fraksi dan lainnya Amsi sebagai ketua tidak pernah dilibatkan maupun dihubungi.

Sementara, Aryono ketika diwawancarai di gedung DPRD Prabumulih mengatakan, masalah Amsi dari DPD terhitung mulai Juli 2018 tak bisa dihubungi lagi, sehingga kepengurusan DPD Gerindra diambilalih oleh koordinator wilayah Partai Gerindra Sumsel diketuai Asgianto.

“Jadi mulai dari tandatangan dan segala sesuatunya itu, korwil yang tandatangan disini. Kalau masalah status Amsi itu diberhentikan tidak hormat. Untuk ketua sekarang alhamdulillah ditunjuk kemarin itu kita, tapi berkas masih di ketum DPP Gerindra Pak Prabowo,” ungkapnya.

Aryono membantah keras berkas-berkas selama ini dipalsukan dan menganggap pernyataan dari Amsi tersebut sah-sah saja. “Berkas-berkas dipalsukan itu tidak, biasa saja klarifikasi macam itu. Jadi dia itu tidak pernah hadir di sini mulai dari Juli 2018 itu,” bebernya. (wan)