DBD Menyerang Warga Kabupaten Lahat

Salah seorang bocah jadi pasien penderita DBD di RSUD Lahat, Selasa (28/01/2020). Foto: arif/Palpos.ID

LAHAT, PALPOS.ID – Hingga 27 Januari 2020, RSUD Lahat telah menerima 93 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Serangan virus dengue melalui nyamuk aedes aegypti ini sebagian besar dialami anak-anak. Kasus DBD diawal tahun ini cukup mengkhawatirkan. Apalagi jumlahnya begitu banyak.

Direktur RSUD Lahat, dr Erlinda mengakui meningkatnya jumlah pasien DBD tersebut. Bahkan, ada pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kota Palembang, lantaran kondisi sudah cukup memprihatinkan. “Sudah kita laporkan ke Dinas Kesehatan. Sebagai besar pasien warga dalam Kota Lahat,” kata Erlinda.

Namun, Kepala Dinkes Lahat, Ponco Wibowo mengatakan, laporan tertulis dari RSUD Lahat, Senin siang (27/01/2020), jumlah pasien DBD hanya 74 orang.

“Setelah kita dalami, positif DBD 39 orang, 35 orang tahap observasi atau tersangka DBD. Untuk dirujuk belum tahu, juga yang belum sembuh, yang sudah sembuh,” kata Ponco, di ruang kerjanya, Selasa (28/01/2020).

Upaya yang sudah dilakukan, fogging fokus disekitar penderita. Dengan tujuan membunuh nyamuk dewasa, memutuskan rantai penularan. Tapi yang lebih efektif itu membersihkan sarang nyamuk.

“Itu sudah disosialisasikan ke seluruh puskesmas. Ciri-ciri nyamuk itu hitam putih bintik-bintik. Sifatnya menggigit siang hari. Nyamuk ini berkembangbiak di air bersih. Kalau tempat kotor itu bukan nyamuk DBD. Pertumbuhan satu minggu dari jentik ke nyamuk dewasa,” jelas Ponco.

Meski penderita DBD sudah cukup mengkhawatirkan, Ponco menegaskan, kejadian ini belum masuk kejadian luar biasa. Menurutnya, untuk mengeluarkan status kejadian luar biasa, jumlah penderita sudah berkalilipat dari jumlah penderita tahun sebelum.

“Tahun lalu kasus DBD ada sekitar 50 sampai 60 kasus. Kita ini indemik, termasuk seluruh Indonesia. Belum bisa masuk kejadi luar biasa. Kita akan terus pantau,” tegasnya. (ari)