Biaya Haji 2020 Sebesar Rp35.235.602,00

JAKARTA, PALPOS.ID  – Pemerintah melaui Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR RI telah menyepakati besaran rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahun 1441M/2020H sebesar Rp35.235.602,00.

“Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441H/2020M sama dengan Bipih tahun sebelumnya,” kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Kamis (30/1)

Fachrul menyebutkan, Bipih yang dibayarkan oleh jemaah mencakup biaya penerbangan, akomodasi di Makkah (SAR9,71), dan living cost sebesar SAR1500. Meski tidak naik, kata Menag, ada sejumlah peningkatan pelayanan.

“Peningkatan tersebut antara lain bertambahnya jumlah makan di Makkah sebanyak 10 kali, yaitu dari 40 kali pada tahun 1440H/2020M, menjadi sebanyak 50 kali pada tahun 1441H/2020M,” terangnya.

Selanjutnya, kata Fachrul, layanan akomodasi di Makkah dan Armina dengan sistem zonasi berdasarkan embarkasi. Ketiga, menu konsumsi dengan cita rasa Nusantara sesuai zonasi penempatan dan asal jemaah.

“Dan biaya visa sebesar SAR300 untuk setiap jemaah sudah termasuk dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441H/2020M dan tidak dibebankan kepada jemaah secara terpisah,” terangnya.

Menag menuturkan, bahwa persetujuan BPIH oleh DPR RI dan Pemerintah merupakan salah satu bagian krusial dari siklus penyelenggaraan haji.

“Pengesahan ini akan menjadi dasar bagi Presiden untuk menetapkan BPIH sebagaimana termaktub dalam Pasal 48 UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Di situ diatur bahwa besaran BPIH ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri setelah mendapat persetujuan DPR RI,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut Fachrul, kuota cadangan calon jemaah haji khusus lansia, dari yang tahun lalu 5 persen, kini menjadi 10 persen pada 2020.

“Selain memprioritaskan lansia, tahun ini Kemenag juga melakukan sejumlah perubahan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran ibadah haji,” imbuhnya.

Dengan adanya prioritas ini, Fachrul berharap dapat memangkas waktu tunggu calon jemaah haji lansia. ” Mudah-mudahan bisa dicicil lansia. Jangan sampai pada waktunya berangkat, mereka sudah nggak bisa berangkat,” ujarnya.

Adapun terkait dukungan maskapai yang akan digunakan oleh para jamaah haji untuk menuju Makkah, dikatakan Kemenag hingga saat ini sedang melakukan seleksi transportasi bersama empat maskapai. Di antaranya Garuda Indonesia, Citylink, Saudi Arabia, dan Flynas.

“Begitu mereka melakukan pengajuan, kita lihat, lalu ada mekanisme negosiasi harga. Ini sudah kita sampaikan pimpinan untuk ditetapkan,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Muhajirin Yanis.

Dalam seleksinya, kata Yanis, Kemenag memperhatikan jumlah pesawat, jenis pesawat untuk menentukan kapasitas jamaah dan di bandara mana bisa mendarat.

“Saat ini, Kemenag sedang melakukan negosiasi harga dengan empat maskapai tersebut sekaligus menetapkan dari embarkasi mana saja jamaah dapat berangkat ke tanah suci,” terangnya.

Menurut Yanis, semakin banyak maskapai yang mengajukan penawaran, maka harga semakin bersaing. Kemenag akan menilai kelayakan maskapai, mulai dari kapasitas pesawat, standardisasi penerbangan internasional dan pesawat dalam kondisi baru karena terkait keamanan jamaah.

“Keempatnya sudah memenuhi syarat, sekarang tinggal menentukan mana yang akan di ambil,” pungkasnya. (der/fin)