Kurang Ruang Kelas, Pakai Double Shift

Proses sistem belajar mengajar di kelas yang ada di Kota Palembang. Foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Lantaran kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB), membuat sejumlah sekolah di Palembang memberlakukan sistem double shift.

Seperti yang dilakukan SDN 227, di Jalan Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat Palembang. Akibat kekurangan ruang kelas, membuat sekolah ini melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sistem double shift. Sebab jumlah siswa dimiliki tidak mencukupi ruang kelas.

Kepala SD Negeri 227 Palembang, Zakiah membenarkan, jika saat ini muridnya ada yang terpaksa sekolah masuk siang akibat keterbatasan ruang belajar. Mengingat sekolahnya hanya memiliki 12 rombongan belajar, dengan jumlah peserta didik 314 siswa, sedangkan ruang kelas dimiliki hanya 6.

“Kendala sekolah kekurangan ruang kelas karena lahannya sempit tidak ada lahan lagi untuk dibangun, kalaupun harus dibangun dengan ditingkatkan gedungnya. Untuk menyiasati kekurangan itu kita bagi, 6 kelas masuk pagi, dan 6 kelasnya masuk siang. Kelas masuk pagi yakni kelas 1,5,dan 6, sedangkan kelas 2,3,4 masuk siang,” katanya.

Menurutnya, banyak hal menjadi kendala diterapkannya sekolah siang. Salah satunya konsentrasi murid sudah berkurang. “Sembari menunggu persetujuan penambahan gedung sekolah sementara waktu kami buat double shift. Jadi, solusi saat ini sebagian murid terpaksa masuk siang, karena paginya seluruh ruang kelas sudah penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Kota Palembang, Bahrin, mengatakan, bagi sekolah yang ruang kelasnya tidak cukup didalam melakukan KBM, nantinya akan diusulkan dibidang perencanaan pembangunan sekolah dinas pendidikan Kota Palembang untuk penambahan RKB.

“Kita terus berupaya memperbaiki sekolah yang rusak dan pembangunan ruang kelas. Kedepan tidak ada lagi sekolah-sekolah tingkat SD di Palembang alami kekurangan kelas. Serta tidak ada lagi SD yang menerapkan sistem double shift di Kota Palembang,” pungkasnya. (uci)