Gedung SDN 05 Pematang Danau Bahayakan Siswa

Fasilitas Gedung SDN 05 Sindang Danau yang membahayakan, karena setiap saat bisa amblas dan menimpa siswa, Senin (03/02/2020). Foto: kris/Palpos.ID

MUARADUA, PALPOS.ID – Kondisi bangunan SD Negeri 05 Desa Pematang Danau Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan sangat memprihatinkan.

Karena selain lantai dan dinding bangunan yang rusak, plafon dan atap bangunan juga rapuh dan membahayakan siswa yang sedang belajar di sekolah tersebut.

Pantauan di lapangan, Senin (03/02/2020) sebagai tempat siswa/i mengenyam pendidikan, sudah sewajarnya menjadi perhatian pihak terkait untuk memberikan fasilitas yang baik agar siswa mendapat pendidikan dengan nyamanan saat belajar.

Banyak kondisi fisik dari bangunan sekolah yang rusak, seperti bagian atap bangunan bocor, plafon jebol, kaca jendela pecah, kusen bangunan rapuh akibat termakan usia.

Tidak hanya itu, bagian pintu juga sudah keropos. Meja dan kursi siswa yang terbuat dari kayu banyak yang patah, serta cat dinding bangunan sudah lapuk dan banyak sarana lainnya yang rusak.

Begitu juga kondisi toilet di sekolah tidak terurus dengan baik, bahkan terkesan kumuh. Kondisi ini tentunya mempengaruhi kenyaman siswa mengenyam pendidikan di sekolah.

Terkait kondisi ini, salah seorang wali murid yang engan disebut namanya mengaku khawatir dengan keadaan sekolah tersebut. “Kondisi bangunan ini sudah sangat membahayakan siswa. Karena setiap saat bisa saja plafon amblas dan menimpa siswa yang belajar,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera memperbaiki bangunan sekolah itu. Kalaupun bukan bangunan baru, paling tidak jangan membahayakan siswa saja itu sudah cukup.

Sayangnya, saat ingin dikonfirmasi, Kepala SDN 05 Pematang Danau, Mukhlis, belum dapat dihubungi wartawan.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan Zulfakar Dhani SSos, mengaku pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Dan saat ini stafnya sedang menindaklanjuti laporan kondisi gedung sekolah memprihatinkan tersebut.

“Sedang kami tindak lanjuti terkait laporan tersebut. Staf kita masih mengecek ke lapangan perihal apa penyebabnya, apakah belum mendapat bantuan dari APBN maupun dari APBD,” tandasnya. (tian)