39 Tenaga Ahli Anggota DPRD Sumsel Dirumahkan

Ramadhan S Basyeban, Sekretaris DPRD Sumsel. Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sebanyak 39 Tenaga Ahli (TA) anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 terpaksa dirumahkan. Pasalnya, sampai saat ini masih belum ada kejelasan dari pimpinan dewan terkait keberadaan Tenaga Ahli tersebut.

“Benar beberapa waktu yang lalu memang semuanya telah kita rumahkan. Menunggu keputusan lebih lanjut dari pimpinan dewan,” kata Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan S Basyeban, Rabu (05/02/2020).

Menurut Ramadhan, berdasarkan aturan kewenangan untuk mengangkat TA itu, sepenuhnya ada pada pimpinan dewan. Pasalnya, para TA ini nantinya bakal ditugaskan untuk membantu kerja anggota dewan dalam menjalankan tugasnya.

“Makanya tidak ada perekrutan secara terbuka, karena itu wewenangnya pimpinan dewan. Kami sebatas menindaklanjuti dan melaksanakan,” kata Ramadhan.

Di kesempatan itu, Ramadhan berharap agar nantinya para TA ini, tidak cuma dikuasai oleh satu atau dua disiplin ilmu saja, melainkan harus mengimplementasikan keterwakilan dari berbagai disiplin ilmu.

“Terlebih sekarang ini tugas para anggota dewan saat ini kian berat. Sehingga membutuhkan pendapat dari tenaga ahli yang berasal dari berbagai disiplin ilmu,” katanya.

Sementara itu, salah satu TA DPRD Sumsel periode 2014-2019 yang namanya enggan disebutkan, membenarkan jika sejak 1 Januari 2020 yang lalu, dan hingga kini belum ada kejelasan.

“Kita belum tahu, masih menunggu SK dari Sekretaris Dewan. Kapan pastinya kita belum tahu. Selama ini belum keluar, karena Raperda APBD belum disahkan. Takutnya belum ada yang bayar,” katanya. (opa)