Cegah Corona Dengan Vaksin Influenza

Prof Dr dr Tan Malaka MOH DrPH SpOK HIU

PALEMBANG, PALPOS.IDWorld Health Organization (WHO) telah menyatakan kondisi darurat global terkait penyebaran virus corona. Sayangnya hingga saat ini belum ada vaksin yang terbukti ampuh mengatasi sekaligus mencegah penyebaran virus mematikan tersebut. Wajar bila kondisi ini masih menimbulkan kekhawatiran, terutama di kalangan warga negara Indonesia.

Namun jangan khawatir, karena ada satu vaksin yang bisa membantu menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan risiko penyakit yang diakibatkan virus ini. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prof Dr dr Tan Malaka MOH DrPH SpOK HIU mengatakan, vaksin influenza bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah masuknya virus tersebut dalam tubuh seseorang.

“Pemberian vaksin influenza bisa dilakukan sebagai salah satu upaya untuk pencegahan dini terhadap virus corona,” kata Prof Tan kepada palpos.id, baru-baru ini. Ia menganjurkan pemberian vaksin influenza setidaknya satu tahun sekali untuk menangkal gejala pneumonia yang ditimbulkan virus corona. Vaksin ini bisa diperoleh di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Gejala penyakit pneumonia akibat virus corona sebenarnya sama dengan gejala penyakit pneumonia biasa. Gejalanya yaitu demam, infeksi saluran pernapasan, batuk kering dan pilek, sesak dan kesulitan bernapas, juga lesu.

Virus corona adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.

Prof Tan menambahkan, penggunaan masker saja  tidaklah cukup untuk mencegah penularan dan penyebaran virus nCov-2019 ini. Masker bedah dan masker N95 memang bisa menyaring partikel dari udara, tetapi ukuran virus corona jauh lebih kecil dibanding kemampuan masker dalam menyaringnya. Walau bisa meminimalkan risiko penularan, masker tidak bisa dikatakan 100 persen ampuh menangkal corona.

Ada dua jenis masker yang umum dipakai. Jenis pertama adalah masker N95, yang umum dipakai untuk menangkal asap dan polusi berat. Masker ini menyaring partikel berdiameter 0,3 mikron, sedangkan virus corona disebut punya lebar 0,12 mikron.

Jenis masker yang juga populer adalah masker bedah. Menurut Prof Tan, jenis ini paling banyak dipakai sekaligus paling tidak efektif karena jarang sekali bisa memfilter partikel berukuran di bawah 5 mikron.

Sementara itu masker N95 belakangan ini mengalami lonjakan permintaan di pasaran. Sebagai informasi, tingginya lonjakan permintaan masker N95 telah mengerek harga produk ini di sejumlah marketplace di Indonesia hingga menembus harga Rp 1 juta per kotak.Ochy