Tarif Ojol Naik, Pertimbangkan Kebijakan Pemerintah

Grab salah satu ojek online yang hingga saat ini masih menjadi alternative masyarakat. Foto Istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ahmad Yani mengatakan mengumumkan tarif baru ojek online (ojol) pada Senin (27/01/2020) yang lalu. Terkait hal ini, Grab Indonesia akan mempertimbangkan kebijakan regulasi Ojek Online.

Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno setelah pihaknya mendengar wacana tersebut dan memahami ada faktor-faktor baru menjadi pertimbangan kebijakan pemerintah terkait regulasi ojek online.

Pihaknya percaya, Pemerintah mengerti mengenai berbagai variabel tersebut dan menjadikannya bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan terbaik bagi semua aktor yang terlibat di dalam ekosistem bisnis transportasi online ini.

“Termasuk menjaga keseimbangan antara sisi penawaran dan permintaan. Ini tentunya juga menjadi pertimbangan kami,” terangnya.

Terpisah City Manager Grab palembang Siswantoro mengungkanpkan, pihaknya senantiasa menghormati setiap aturan yang berlaku.

“Kami harap kebijakan pemerintah ke depannya dapat tetap memberikan dampak positif kepada seluruh pemangku kepentingan baik itu mitra pengemudi maupun pelanggan di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Driver Grab Reyhan menyatakan pihaknya cukup keberatan jika adanya kebijakan kenaikan tariff Ojol. “Karena sekarang saja sudah sepi penumpang,” paparnya.

Menurut dia, masyarakat sudah mulai sedikit mengurangi Ojol karena tariff mahal. Dengan pertimbangan tersebut. “Dulu, meskipun memiliki kendaraan sendiri. Masyarakat lebih memilih Ojol karena lebih praktis dan murah, namun sekarang mereka kembali ke kendaran mereka karena perhitungan bianya,” ungkapkan.

Tentunya hal ini membuat para driver akan kesulitan mendapatkan penumpang. “Tahun lalu (2019 red) tariff ojol juga naik, estimasi kita bonus akan tembus lebih besar. namun, kenyataannya tidak. Teman saya driver Gojek juga merasakan sama seperti kami di Grab,” tegasnya.

Adapun Nurhayati (23) karyawan swasta ini menuturkan jika dia keberatan adanya wacana kenaikan tariff Ojol. “Naik lagi, makin mahal ya. Lebih baik bawak kendaraan sendiri,” tutupnya. (har)