Dinas Pendidikan dan Dinkes Sumsel Sosialisasi Corona

Drs Riza Pahlevi MM, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumsel. Foto istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dinas Pendidikan Sumsel turut melakukan langkah antisipasi, dan pencegahan terkait wabah virus corona yang dikhawatirkan masuk ke Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan Dinas Pendidikan dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Riza Fahlevi MM  mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi  ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA menyangkut kewaspadaan terhadap virus corona.

“Kami minta sekolah-sekolah untuk memberikan peringatan dan sosialisasi ke siswanya agar menjaga pola hidup sehat dengan mencuci tangan sebelum makan dan setelah makan, memakai masker saat bepergian keluar dan melakukan pola hidup sehat lainnya,” ungkap Riza.

Menurut Riza, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penularan virus corona yang bisa menyebabkan penyakit saluran pernafasan akut, bahkan kematian.

Sesuai sosialisasi dari Kementerian Kesehatan, pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya sering mencuci tangan menggunakan sabun, penggunaan masker bila batuk atau pilek, berhati-hati saat kontak dengan hewan, dan konsumsi gizi seimbang.

“Jadi kami berkomitmen, agar anak-anak tahu tentang virus corona dan pencegahannya karena virus itu kan sangat membahayakan. Pihaknya akan mengandeng Dinas Kesehatan untuk sosialiasi ke guru-guru,” ujarnya.

Selain melakukan sosialisasi tentang pencegahan virus corona, sekolah juga diminta untuk mengantisipasi apabila di lingkungan sekolah ada yang mengalami gejala penyakit yang kemungkinan disebabkan oleh virus corona.

“Apabila terjadi kelainan-kelainan menyangkut gejala-gejala virus corona harus segera ke puskesmas maupun dokter terdekat,” tandasnya.

Lanjutnya, baru-baru ini ada sembilan mahasiswa asal Sumsel baru pulang menimba ilmu dari Wuhan, Cina. Mereka yang baru pulang ini telah menjalani prosedur evakuasi kesehatan standar terjangkit atau tidak.

“Meski dari hasil pengecekan hasilnya negatif virus Corona, Dinas Kesehatan Sumsel akan terus melakukan pemantauan kesehatan kepada sembilan mahasiswa tersebut selama 14 hari setelah kedatangan,” pungkasnya. (uci)