Bandot Nekat Tusuk Tetangga Pasal Jemuran

Korban Abdul Basid yang dirawat di RS dr Sobirin Lubuklinggau, ditemani ibunya Yuhana yang juga sekaligus pemilik kontrakan dimana penusukan terjadi, Senin (10/02/2020). Foto: maryati/Palpos.ID

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Hanya pasal jemuran, Riki alias Bandot (35), warga Jalan Bukit Kaba RT 06 Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau, nekad menusuk tetangganya Abdul Basid (38), hingga berkali-kali.

Akibat tikaman tersebut, korban mengalami empat liang luka tusuk, masing-masing tiga liang di punggung dan satu liang di paha kanan bagian belakang. Cekcok yang berujung pertumpahan darah itu terjadi di depan kontrakan keduanya, Senin (10/02), sekitar pukul 07.00 WIB.

Pertengkaran keduanya berawal masalah jemuran. Dimana korban dan pelaku, yang tinggal bersebelahan di kontakan lima pintu milik Yuhana (ibu korban) sempat cekcok masalah jemuran.

Lalu pelaku membuat jemuran sendiri. Namun jemuran yang dibuat pelaku dibongkar oleh korban. Hal itu membuat pelaku naik pitam dan marah kepada korban, sehingga terjadi pertengkaran antara keduanya yang berujung penusukan (penikaman).

“Saya tidak tahu persis berapa lobang, tapi saya sempat liat satu di punggung korban. Saya takut lihat darah, saya langsung masuk ke rumah,” kata Siti (bukan nama sebenarnya) tetangga korban.

Namun lanjutnya, tetangga lain melihat ada juga luka di atas pinggul korban. Mungkin lukanya lebih dari satu liang. Masih menurut keterangan Siti, usai menikam korban, pelaku langsung memasukkan pisau ke dalam sarungnya.

Kemudian pelaku pergi menuju jalan utama. “Tidak ada yang berani mendekat. Tadinya dikira pelaku mau menyerahkan diri ke kantor polisi, tapi ternyata dia malah kabur. Dan tadi ada polisi datang mencari dan menanyakan pelaku,” jelasnya.

Terpisah Yuhana (70), pemilik kontrakan sekaligus ibu korban saat dijumpai di RS dr Sobirin membenarkan kejadian itu. “Ibu kaget sampai gemetar,” ujar Yuhana menyaksikan pelaku menikam korban didepan matanya.

Diakui Yuhana, selama ini isteri pelaku tidak akur dengan menantunya (istri korban). Pelaku sendiri sudah lebih dari lima tahun mengontrak di bedengnya. Terpisah Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, melalui Kasatreskrim AKP Alex Andrian, membenarkan kejadian penusukan itu. (mar)