Bawa Senpi dan Sajam Ketika Hendak Diringkus, Residivis Dipelor

Tersangka Ade Sakti S saat mendapat perawatan luka tembak di RS Bhayangkara, Senin (10/02). Foto: Denni

PALEMBANG, PALPOS.IDUnit I Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, meringkus seorang resedivis bernama Ade Sakti Apriansyah (22), warga Komplek Sukarame, Kecamatan Sukarame. Menurut polisi, tersangka  terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kirinya, lantaran membahayakan dengan membawa senpucuk pistol revolver serta pisau.

Polisi meringkus Ade di tempat persembunyiannya di sebuah rumah indekos di Jalan Dwikora, Kecamatan Ilir Barat I, Senin (10/02), sekitar puku 15.30 WIB, atas perkara perkelahian berujung pengeroyokan dengan lawannya Sahdun, di Cafe Star di Kampung Baru, Jalan Teratai, Sukarame, pada Desember 2019 lalu, sekitar pukul 04.00 WIB.

“Aku ribut sama Sahdun, di Cafe Kampung Baru, bukan pasal narkoba, tapi karena senggolan. Dia (Sahdun) warga situlah, Kampung Baru, ngajak setembaan, aku tidak mau. Terus aku dipukul dan dikeroyok,” ungkap Ade kepada Palembang Pos.

Diteruskan Ade, saat dikeroyok ia tidak membalas dan kabur. “Tidak aku apa-apakah. Sekarang Sahdun itu juga buron, nah aku yang ketangkap duluan ini,” timpalnya.

Soal barang bukti sepucuk senpira jenis revolver berikut tiga butir peluru serta sebilah pisau memang miliknya. “Senpira itu aku beli di jalan 1,2 juta sama Fir. Cuma buat jaga-jaga, waktu ribut itu belum ada senpira. Setelah itu aku beli, karena kejadian itu, baru sekali aku tes, kutembakan kena mobil aku,” kelitnya.

Ade sendiri mengaku sudah dua bulan senjata terlarang itu selalu dibawanya. “Aku tau senpi ini dilarang, ketimbang nyawa terancam,” tukasnya.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi SIk didampingi Kanit I, Kompol Antoni Adhi MH, menegaskan telah meringkus pelaku terlibat dalam perkelahian dengan menguasa senjata api.

“Kasusnya kita tindak lanjuti dari keributan tersangka dengan lawannya di sebuh kafe di Kampung Baru. Kita dapati info pelaku ini memiliki sajam dan senpi, karena membahayakan saat kita tangkap, maka diberi tindakan tegas, “ katanya.

Sebelumnya tersangka Ade juga pernah mendekam  di sel tahanan, karena kasus tawuran dan curanmor. “Pelaku ini resedivi dalam kasus tawuran sekaligus mencuri motor di depan Griya Agung. Kemudian ditahan di Polsek IB I, hingga mendekan di Lapas Pakjo selama 2 bulan, bersama rombongan supporter lain, itu tahun 2014 lalu. Kali ini ditangkap lagi dalam perkara berbeda,” tukasnya. (den