Pendaftaran PSD KPU Kota Prabumulih Sepi Peminat

Marjuansyah SIP, Ketua KPU Kota Prabumulih. Foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Hingga hari ke tujuh pendaftaran Program Sekolah Demokrasi (PSD) yang diselenggarakan KPU Kota Prabumulih, Senin (10/02/2020), masih sepi pendaftar. Tercatat baru 9 orang pendaftar dan mengembalikan berkas pendaftaran.

Ketua KPU Kota Prabumulih, Marjuansyah SIP mengatakan, minimnya pendaftar program sekolah demokrasi, lantaran minimnya sosialisasi dilakukan pihaknya terkait sekolah demokrasi itu.

“Kita baru sosialisasi via medsos kan, belum ada pemasangan spanduk, belum ada pemasangan poster ke kampus-kampus,” ujar Marjuansyah, Senin (10/02/2020), seraya mengatakan optimis jika sosialisasi telah dilakukan akan banyak masyarakat mendaftar untuk ikut sekolah demokrasi itu.

Lantaran minimnya sosialisasi itu kata Marjuansyah, banyak masyarakat bertanya-tanya apa itu sekolah demokrasi dan apa yang didapat jika mendaftar program tersebut. “Sebenarnya sudah banyak yang nanya-nanya, mereka nanya ada gaji apa idak. Mereka berpikir sama seperti relawan demokrasi kemarin. Ada juga yang masih bingung ini sekolahnya tiap hari apa tidak,” ucapnya.

Terkait minimnya pendaftar sekolah demokrasi itu sambung Marjuansyah, pihaknya akan memperpanjang masa pendaftaran. “Kita perpanjang tadinya terakhir pendaftaran tanggal 14 Februari ini, kita perpanjang hingga 20 Februari yang akan datang,” kata Marjuansyah.

Lebih lanjut pria berkacamata ini menjelaskan, landasan pihaknya menyelenggarakan sekolah demokrasi ini berdasarkan hasil evaluasi terhadap pemilu serentak 2019 yang lalu, banyak penyelenggara yang sakit dan meninggal dunia.

“Kita evaluasi kebanyakan usianya sudah tua, kemudian banyak penyelenggara TPS, PPS dan PPK yang ternyata tidak paham pentang mekanisme kerja mereka walaupun sudah diberikan bimbingan teknis,” bebernya seraya menuturkan pihaknya berasumsi pada pemilu yang lalu banyak masyarakat datang ke TPS bukan karena kesadaran demokrasi, tapi lebih karena persoalan pragmatis.

Karena itu sambung Marjuansyah, dengan adanya PSD ini kualitas demokrasi di Kota Prabumulih dapat membaik. “Agen of Change (agen perubahannya) banyakkan, kita berharap orang ke TPS bukan persoalan pragmatis. Okelah kita tidak bisa menghilangkan money politik, tapi minimal mengurangilah,” pungkasnya. (wan)