Sekda Muba Tegaskan Kafe Meresahkan Ditutup

Sekda Muba Drs Apriyadi MSi, didampingi pihak terkait melakukan pendekatan persuasif kepada para pemilik Cafe di kawasan Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu, beberapa hari yang lalu. Foto: istimewa

SEKAYU, PALPOS.ID – Mengantisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Serasan Sekate, Rabu (05/02/2020) malam, Sekda Muba Drs Apriyadi MSi, didampingi Satpol PP dan Forkopimcam Sekayu, melakukan sidak di sejumlah kafe yang meresahkan di wilayah Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu.

Pantauan di lokasi, Sekda Muba didampingi pihak terkait melakukan pendekatan persuasif kepada para pemilik kafe. Alhasil semua pemilik kafe siap menaati aturan penutupan kafe tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Muba Drs Apriyadi MSi menegaskan kepada pemilik kafe untuk segera menutup kafe atau tempat hiburan yang selama ini dinilai warga meresahkan. “Pemilik kafe diberi kesempatan sampai 9 Februari 2020 untuk mengemas barang-barang. Setelah 9 itu kafe-kafe tidak boleh lagi dibuka,” tegas Apriyadi.

Menurut Apriyadi, penutupan kafe tersebut sudah sangat tepat dilakukan guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. “Sudah banyak juga laporan dari warga, sesuai instruksi Pak Bupati Dodi Reza kalau ini harus segera ditertibkan,” ungkap Apriyadi.

Lanjut Apriyadi, keberadaan kafe tersebut juga berpotensi menimbulkan peredaran narkoba dan prostitusi di Muba. “Ini juga langkah konkrit Pak Bupati Dodi Reza untuk menjaga Muba terus sebagai daerah yang zero konflik,” tukasnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Muba Joni Martohonang AP mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, serta Kecamatan untuk monitoring ke lapangan, guna memastikan semua kafe meresahkan di Muba tutup sesuai jadwal yang sudah disepakati.

“Kita harapkan agar semua pemilik kafe taat dan sepakat dengan aturan ini. Guna menciptakan suasana di Kabupaten Muba yang selalu kondusif,” pungkasnya.

Senada Camat Sekayu Marko Susanto menambahkan, bahwa pihak kecamatan akan segera menyampaikan surat kepada para pemilik kafe yang dianggap dapat meresahkan masyarakat. “Penyampaian surat sebagai tindaklanjut setelah inspeksi mendadak langsung akan segera kami laksanakan,” terangnya. (rom)