Platform Purna Pensiunan Mulai Rp 200 Jutaan

Layanan BRI Syariah Palembang dibeberapa produk, Selasa (11/02/2020). Foto Sefti/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – BRI Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan kepada pensiun ASN atau pembiayaan purna pensiunan alami pertumbuhan 26 persen. Dengan Platform pinjaman mulai Rp 200 jutaan.

Kepala Cabang BRI Syariah Kapten Rivai, Rully Ristiawan mengatakan, sejak dilaunching tahun 2017, pembiayaan purna terus mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Kita memberikan penawaran khusus bagi para aparatur negara, dengan Platform pinjaman mulai Rp200 juta keatas,” ungkap Rully, didampingi Thohir Aji Caksono Marketing Manager, Selasa (11/02/2020).

Sementara untuk pertumbuhan, pihaknya mencatat dari tahun 2018 ke tahun 2019, pertumbunan purna mencapai 26 persen. Sedangkan penawaran khusus bagi ASN lima tahun menjelang pensiun dan ASN juga alami peningkatan 10 persen ditahun 2019. “Kita harap tahun ini semua alami kenaikan,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk mendapat pembiayaan ini, ASN selaku  nasabah menghadapi masa penisuan atau pra lima tahun sebelum pensiun atau masih aktif sebagai pegawai atau mereka yang sudah pensiun. Memiliki batasan usia ketika selesai kredit berusia 75 tahun.

“Bagi pegawai memasuki pra pensiun platform pinjaman bisa 70 sampai 80 persen dari total gaji diterima. Dan untuk yang pensiun platform diberikan 70 persen dari total gaji pensiun diterima,” terangnya.

Keunggulan dari pinjaman ini, dimana ahli waris tidak akan terbeban apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. “Karena purna ini ada asuransi,” tambahnya.

Diakui Rully, meski baru bermain dipembiayaan purna, namun nasabah pinjaman purna dimiliki BRI Syariah setiap tahun terus meningkat secara signifikan. Karena, kemudahan bagi para pegawai yang akan mengajukan kredit. “Mulai usia lebih panjang. Sedang dari sisi produk dengan kompetitor sama, tapi jangka waktu masa pinjaman jauh lebih fleksibel,” katanya.

Rully menambahkan, pembiayaan purna sebenarnya tidak hanya pensiuanan ASN, tapi juga pensiun TNI/Polri yang bisa digarap. Tapi memang diakuinya untuk sementara pihaknya hanya berikan pembiayaan bagi ASN. “Kita akan mengkaji terlebih dulu kerjasama dengan Asabri yang mewadahi pensiunan maupun purna pensiunan TNI dan Polri,” jelasnya. (har)