Imingi Uang Rp 15 Ribu, 5 Pria Cabuli 12 Anak-anak

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID – Dugaan kasus cabul atau sodomi terhadap anak dibawah umur terjadi di Kabupaten Empat Lawang. Setidaknya, empat dari lima pelaku berhasil ditangkap, dengan korban sekitar 12 orang anak-anak.

Dari pantauan di lokasi, keempat tersangka yang diamankan di Mapolsek Pendopo itu, sedang dimintai keterangan lebih lanjut. Dugaannya, keempat tersangka sudah beberapa kali melakukan perbuatan tak senonoh terhadap anak-anak dibawah umur tersebut.

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto SIk, melalui Kapolsek Pendopo Iptu Hariyanto, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan keluarga korban bahwa anaknya yang pernah jadi korban pencabulan. “Ya benar, berdasarkan laporan keluarga korban, bahwa anak-anakya pernah menjadi korban pencabulan,” kata Hariyanto kepada wartawan, Rabu (12/02/2020).

Berdasarkan data untuk korban sendiri lanjut Hariyanto, ada 12 orang anak-anak sekolah yang masih duduk dibangku SMP di Kecamatan Pendopo, dengan usia rata-rata usia 13 tahun sampai dengan 16 tahun.

Dikatakannya, dari 5 tersangka itu, 4 tersangka telah berhasil diamankan. Ke-4 tersangka memiliki latar belakang dan pekerjaan yang berbeda, sedangkan satu tersangka masih buron.

Diantara tersangkanya berinisial AT merupakan PNS guru Agama di salah satu SD di Kecamatan Pendopo, JL yang bekerja sebagai Petani, IW dan FR adalah pengusaha potong rambut atau Salon.

Dijelaskan Kapolsek, FR dan kawan-kawan dengan cara memanggil korban sambil melambaikan tangan. Kemudian berkata ‘Galak Duet Dak’ dan korban sendiri menjawab ‘ya mau’. Setelah itu korban diajak pelaku ke kamar dan pintu kamar dikunci, hingga terjadilah aksi tak senonoh tersebut. “Korban diiming-imingi uang Rp 15.000. Bahkan dalam satu tersangka melakukan sebanyak 3 kali,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya tersangka akan dijerat pasal 81 jo pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara, minimal 5 tahun penjara,” tegasnya. (pad)