Sita Satu Kilogram Sabu Dari Sindikat Aceh

Gelar narkotika satu kilogram sabu lebih dipimpin Kabid Humas Polda Sumsel Drs Kombes Pol Supriyadi, Rabu (11/02/2020). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Jaringan narkotika lintas Provinsi Aceh-Bekasi, kembali digulung Ditres Narkoba Polda Sumsel. Polisi mengamankan tiga pengedar dengan barang bukti satu kilogram lebih sabu senilai lebih dari Rp 1 miliar.

Pengungkapan kasus barang haram jaringan Aceh-Bekasi itu diketahui dari gelar perkara, Rabu (12/02/2020), di halaman Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Ketiga tersangka itu, Alfian alias Fian (33), warga KP Pamahan Kelurahan Jatimker Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Provinsi Jabar.

Kemudian, M Reza Fahlevi alias Reza (32), warga Ponpes Mekar Kelurahan Jatimker, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Jabar. Lalu Pelaku Teuku Reza John Syah alias Elk (31), warga Jalan TGK Dirundeng Kelurahan Rundeng Kecamatan Johan Pahlawan Kecamatan Aceh Barat, Aceh.

Penangkapannya di Jalan Radial, di parkiran minimarket Alfamart Kota Palembang, dan di Hotel The Zuri, kamar nomor 608, di Jalan Radial, Palembang. Dari ketiganya disita barang bukti 1090 gram sabu, tas hitam merek Polo DBek, tas warna unggu, ponsel Nokia, ponsel Vivo, ponsel Redmi, ponse Oppo 2 unit, dan uang tunai Rp 700 ribu dan 200 ribu.

Dini hari itu, tanggal 08 Februari 2020 sekitar pukul 01.00 WIB, di Jalan Radial di parkiran minimarket Alfamart, dua pelaku Alfian dan Reza bertransaksi dengan polisi menyamar.

Sewaktu keduanya menyerahkan tas berisi sekilo sabu lebih, polisi menangkapnya. Dari hasil pengembangan polisi kembali meringkus seorang warga Aceh bernama Alek, di kamar hotel The Zuri.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Drs Pol Supriyadi, didampingi Dirres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu Hariono SIk menegaskan telah mengamankan tiga pelaku sindikat jaringan narkotika antar provinsi.

“Sebagaimana kita ketahui, ketiga pelaku ini merupakan jaringan sindikat narkoba antar propinsi. Dua pelaku sebagai warga Bekasi, satu lagi pelaku dari Aceh,” ungkapnya.

Satu kilo lebih barang haram itu rencananya akan diedarkan di Palembang. “Barang ini akan dipasarkan di Palembang. tetapi oleh anggota kita digagalkan dalam transaksi kemarin dini hari,” timpalnya. (den)