Gubernur HD Gelontorkan Rp229 Miliar, Cover 454.310 Jiwa PBI JKN se-Sumsel

Gubernur Sumsel H Herman Deru menandatangani MoU dengan BPJS Kesehatan terkait kepesertaan program JKN, Kamis (13/02/2020). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumsel H Herman Deru dengan tegas menyatakan Pemprov Sumsel tetap menjamin sepenuhnya masyarakat Sumsel yang  mendapatkan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Sore hari ini mempertegas apa yang sudah menjadi komitmen saya dengan Deputi BPJS Provinsi Sumsel, bahwa untuk masyarakat yang layak menerima bantuan PBI ini kita cover  full,” tegasnya usai melangsungkan MoU antara Pemprov Sumsel dengan BPJS Kesehatan Sumsel tentang Kepesertaan Program JKN, di Ruang Tamu Gubernur, Kamis (13/02/2020) Sore.

Dikatakan Herman Deru untuk di tahun 2020, Pemprov Sumsel telah menganggarkan dana hampir Rp229 miliar, untuk mengcover 454.310 jiwa.  Menurutnya, hal tersebut sebagai bukti Pemprov Sumsel tidak main-main untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Tahun  ini saja Pemprov telah menyediakan Rp228 hampir Rp229 Miliar. Jadi ini bukan sesuatu yang main-main, tolong juga warga yang mampu untuk tidak usah ikut PBI. Di Provinsi Sumsel lebih kurang 454.310 jiwa yang menjadi penerima PBI,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan Dinas Sosial (Dinsos) agar penerima PBI tahun 2020 ini harus tepat sasaran pada orang yang sangat membutuhkan. Oleh sebab itu kunci besarnya adalah verifikasi validasi data jadi akan segera di intruksikan ke Bupati/Walikota untuk memverifikasi dan memvalidasi data sasaran penerima bantuan iuran (PBI).

“Saya mengajak Deputi BPJS untuk menyamakan persepsi bagi penerima PBI jangan sampai terhambat. Jadi sekarang ini kalau ada benturan dengan institusi lapor saya, biar saya yang jadi barrier,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy Apt MKes menambahkan, jaminan kesehatan masyarakat merupakan salah satu upaya mencapai Universal Health Coverage (WHO), disamping edukasi prilaku hidup sehat kepada masyarakat dengan preventif dan promotif.

“Tujuan utama dari pemberian bantuan iuran jaminan kesehatan PBI oleh pemprov, agar seluruh masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah tanpa ada kendala masalah biaya,” pungkasnya. (bar)