Keroyok IRT, Tiga Warga Mabes Diamankan

Ketiga pelaku pengeroyokan diamankan di Polsek Prabumulih Barat. Foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat, mengamankan tiga warga Jalan Mayor Iskandar Kelurahan Mangga Besar (Mabes), Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, M Faizal (48), Yuliana (42) dan Sri Rahayu (33).

Ketiga warga Mabes ini diamankan di kediamannya masing-masing, Kamis (13/02), lantaran melakukan pengeroyokan terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT), Mustika Rini (33), warga yang sama pada pertengahan Oktober 2019 lalu.

Informasi dihimpun, penangkapan terhadap ketiga pelaku pengeroyokan ini bermula dari laporan korban Mustika Rini di SPK Polsek Prabumulih Barat. Bahwa saat dirinya sedang nyantai tiba-tiba datangi empat orang yang dikenalnya yakni Faizal, Yuliana, Sri Rahayu dan EK (DPO).

Ketika itu sempat terjadi obrolan antara korban dan empat orang tersebut, entah kenapa tiba-tiba terjadi percekcokan hingga akhirnya berujung pada pengeroyokan. Karena kalah jumlah dan tenaga, korban mengalami lebam diwajahnya. Puas menganiaya korban, pelaku langsung kabur meninggalkan korban. Setelah pelaku pergi korban langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke polisi.

Menindaklanjuti laporan korban, petugas langsung melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Selanjutnya, petugas langsung mengamankan ke tiga pelaku pengeroyokan itu.

Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal Mahdi ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan tiga orang pelaku pengeroyokan terhadap ibu rumah tangga tersebut

“Saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan, kasusnya masih kita kembangkan kami masih mengejar satu pelaku lainnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mursal mengatakan antara korban dan pelapor sama-sama melapor. Dimana korban Mustika Rini melapor ke Polsek Prabumulih Barat dan tiga orang pelaku melapor ke Polres Prabumulih. Pihaknya pun akan berupaya melakukan mediasi antara kedua belah pihak.

“Karena mereka ini sama-sama melapor, jadi kita akan lakukan upaya mediasi terlebih dahulu,” bebernya.

Selain itu, kata dia, didapat informasi antara pelaku dan korban masih keluarga dan masih tetangga. “Namun karena ada kesalahfahaman sehingga mereka cek cok mulut dan berakhir dengan pengeroyokan,” tukasnya seraya menyebut atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan bersama-sama dan hukuman diatas 5 tahun penjara. (wan)