Otak Pembunuhan Sopir Taksol Akhirnya Divonis Mati

Terdakwa Akbar Al Faris tertunduk lesu usai mendengar vonis hukuman mati dari Majelis Hakim PN Kelas IA Khusus Palembang, Kamis (13/02/2020). Foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Akbar Al Faris (34), otak perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online (Taksol), korban Sofyan (44), warga Jalan Sukawinatan Lorong Asoka Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame Palembang, divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Kelas 1A Khusus Palembang.

Vonis dibacakan Hakim Ketua, Efrata Hep Tarigan SH dalam sidang lanjutan, Kamis (13/02/2020). Terdakwa dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP. Hukuman mati itu sama dengan tuntutan JPU pada persidangan sebelumnya. Terdakwa merupakan orang yang merencanakan dan mengajak ketiga pelaku lain serta membunuh korban.

Keluarga korban yang ikut menyaksikan jalannya persidangan, spontan mengucapkan Alhamdulillah saat mendengar vonis mati itu. “Allahuakbar, Alhamdulillah. Kami sangat puas dan berterimakasih dengan hukuman yang diberikan kepada pelaku,” kata Fitriani, istri korban.

Sementara terdakwa hanya tertunduk lesu mendengar vonis mati dijatuhkan kepadanya. “Saya pikir-pikir,” kata Akbar menanggapi putusan tersebut. Sebelumnya, JPU juga telah menjatuhkan hukuman yang sama kepada dua pelaku lainnya, Riduan alias Rido dan Acuandra alias Acuan.

Diberitakan sebelumnya, para pelaku sengaja memesan taksol Grab menggunakan akun seorang perempuan yang tidak mereka kenal. Orderan masuk ke aplikasi milik korban Sofyan, dengan dengan rute dari SPBU Km 4,5 tujuan KFC bandara.

Keempat pelaku menaiki mobil korban. Pelaku Akbar duduk di depan sedangkan tiga pelaku lainnya Fran, Ridwan alias Rido dan Acun duduk di bangku tengah.

Sampai di tujuan KFC Simpang Bandara, Akbar menarik tangan korban dibantu Acun dan Fran mencekik leher korban hingga meninggal dunia. Sedangkan Ridwan keluar untuk mengawasi sekitar. Setelah korban dipastikan meninggal, pelaku membawa mobil dan mayatnya menuju ke Mura.

Hilangnya korban dilaporkan istrinya ke SPKT Mapolda Sumsel. Lalu dilakukan penyelidikan hingga keempat pelaku berhasil diringkus. Tiga pelaku dijatuhi hukuman mati, dan seorang pelaku dibawah umur FR divonis 10 tahun penjara. (zon)