Pemprov Upayakan Jadi Percontohan SP Online Terbaik

Sekda Sumsel H Nasrun Umar foto bersama dalam rakor Sensus Penduduk tahun 2020, Kamis (13/02/2020). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Salah satu inovasi atau strategi khusus dalam penyebarluasan informasi terkait pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020, Pemerintah melalui Ditjen Dukcapil bersama Badan Pusat Statistik menggagas metodologi sensus penduduk pertama kali di Indonesia, yakni metode kombinasi antara sensus penduduk online dan sensus penduduk (SP) wawancara.

Hal tersebut tertuang langsung dalam Rapat Koordinasi Sensus Penduduk tahun 2020 (SP 2020), yang dibuka langsung Sekda Sumsel H Nasrun Umar, di Auditorium Bina Praja, Kamis (13/02/2020).

Nasrun Umar mengatakan, selama beberapa dekade sejak tahun 1961 menggunakan metode tradisional, saat ini beralih ke metode kombinasi (metode gabungan) melalui pemanfaatan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil.

“Pemanfaatan data administrasi kependudukan untuk kepentingan sensus sesuai dengan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyarankan metode sensus bergeser dari metode tradisional (full canvassing) menuju ke register bassed census,” katanya.

Kendati demikian, Menurut Nasrun Proses menuju ke full register based census tidaklah mudah sehinga PBB menyarankan untuk menggunakan kombinasi antara pemanfaatan data regristrasi dan mentode tradisional yang disebut sebagai combined method.

“Kalau kita bicara sensus penduduk artinya kita mencoba  melakukan suatu sensus dalam rangka mendapatkan satu data yang valid. Kenapa ini perlu, selain ini merupakan suatu program nasional yang setiap 10 tahun dilakukan sejak tahun 1961,” tuturnya.

Sementara Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih MM menambahkan, untuk mencapai pembangunan yang optimal, pembangunan didasarkan pada data statistik yang akurat. Data statistik harus dijadikan sebagai rujukan dalam setiap penyusunan perencanaan pembangunan, sehingga arah pembangunan menjadi tepat sasaran dan mencapai hasil seperti yang diharapkan.

“BPS diamanatkan untuk melaksanakan sensus penduduk sekurang-kurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) dalam perjalanannya, sensus penduduk di Indonesia sudah dilaksanakan sebanyak 6 kali sejak Indonesia merdeka, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan sensus penduduk ke-7 yang saat ini akan segera dilaksanakan,” katanya. (bar)