Pertanyakan Pengadaan Obat di Dinkes OKU Timur

Pengunjuk rasa yang memprotes pengadaan obat di Dinkes OKUT, di Kantor Pemkab setempat, Kamis (13/02/2020). Foto ardi/Palpos.ID

MARTAPURA, PALPOS.ID – Pengadaan obat di Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU Timur (OKUT) dipertanyakan masyarakat.

Hal ini diungkapkan puluhan masyarakat bergabung di Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan (GPPMPS), saat aksi ke Kantor Pemda setempat, Kamis (13/02/2020).

Kedatangan mereka mendesak Bupati OKUT, H Kholid Mawardi untuk mengevaluasi terhadap Kinerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur terkait pengadan obat PKD Puskesmas dengan nilai Rp1.459.981.000.000.

“Kami peduli dengan kesehatan warga OKU Timur karena itu kami turun ke jalan agar pemerintah terkait memantau pengadan obat yang dana cukup besar jangan sampai ada hal yang tak diinginkan sebab itu jumlah yang besar,” ungkap Kordinator Aksi Sobirin.

Saat ditanya apakah ada temuan dilapangan terkait penyimpangan dana pengadan obat, Sobirin belum bisa menyampaikan hal tersebut karena masih mengumpulkan data-data. Namun pihaknya akan melakukan aksi lebih besar lagi apabila tuntutan mereka tidak direalisasikan.

“Sebelum kami ke Pemda kami sudah melakukan aksi di Kejaksaan Negeri OKUT meminta Kejaksaan mentelaah dan melakukan investigasi terhadap pengadan obat PKD Puskesmas tersebut,” jelasnya.

Tak lama berorasi, staf ahli Bupati, H Faruhdin  menemui masa. Dihadapan massa, Faruhdin, berjanji akan memfasilitasi rombongan pemuda yang demo untuk duduk bersama bermusawarah terkait tuntutan tersebut. “Kami siap untuk duduk bersama bermusyawarah kepada adik-adik yang demo mudah-mudahan tuntutan mereka bisa dilaksanakan,” ujar.

Sementara Kepala Dinkes OKUT, Zainal Abidin saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, bahwa pengadaan obat tersebut sudah melalui prosedur yang benar dan tidak cacat hukum. “Proses lelang tender sudah melalui prosedur dan sebelumnya sudah konsultasi ke Kejaksaan,” ucap Zainal. (ard)