Tiga Desa Dilaporkan ke Kejari Prabumulih

Topik Gunawan SH MH, Kajari Prabumulih. Foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Diduga terdapat penyimpangan dalam penggunaan (pengelolaan) Dana Desa (DD), sejumlah masyarakat dan LSM melaporkan dugaan korupsi dana dari pemerintah pusat tersebut ke Kejari Prabumulih.

Hal tersebut diungkapkan Kajari Prabumulih, Topik Gunawan SH MH, Rabu (12/02/2020). Menurut Gunawan, dari dua belas desa di Kota Prabumulih yang menerima Dana Desa, ada tiga desa yang dilaporkan. “Kalau tidak salah ada sekitar dua atau tiga laporan (Dugaan penyimpangan penggunaan dana desa) laporannya itu masuk diujung tahun lalu,” ujarnya.

Namun Gunawan mengaku tidak tahu persis, desa mana saja yang dilaporkan tersebut. “Saya nggak tahu persis tekhnisnya mungkin nanti bisa konfirmasi sama Kasi Intel saja termasuk desa mana-mana saja (yang dilaporkan),” ungkap mantan Kajari Gorontalo Utara ini.

Terkait laporan itu sambung Gunawan, pihaknya mengedepankan aspek preventif (pencegahan) dengan berkoordinasi dengan Inspektorat dan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana desa itu.

“Jadi kita sekarang menunggu hasil dari APIP, karena merekakan yang langsung membawahi terkait dengan institusi pemerintahan biar bagaimanapun desa dan kelurahankan bagian dari pemerintahan yang paling bawah,” tuturnya.

Apabila nantinya dari hasil pemeriksaan yang dilakukan APIP ditemukan indikasi korupsi sambung Kajari, pihaknya akan langsung melanjuti ketahap selanjutnya. “Yang jelas gini kalau dari hasil APIP ada penyimpangan APIP akan melakukan upaya TPGR penyelesaian secara administratif sekitar 60 hari atau dua bulan, tapi jika tidak ada penyelesaian langsung kita siapin (penyidikan),” ucap pria asal Brebes Provinsi Jawa Tengah ini.

Lebih lanjut Gunawan mengaku lebih senang, dengan dilakukannya pemeriksaan oleh APIP. Sebab kata dia, dengan adanya laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari APIP dapat dijadikan alat bukti.

“Saya senangnya begitu, karena apa begitu laporan APIP balik kesini satu hasil LHP nya APIP sebagai alat bukti surat APIP tinggal kita periksa kita sudah ada dua alat bukti, tinggal lakukan penyidikian aja itu dua bulan langsung jadi (berkas penyidikannya) langsung,” pungkasnya. (wan)