Tiga Tahun Buron, Ibu Hamil Diamankan di Rumah Mertua

Tim Kejari Lahat saat menyerahkan Venny Rezky Putri ke Lapas Klas II A Lahat, Rabu (12/02). Foto: istimewa

LAHAT, PALPOS.ID – Venny Rezky Putri alias Venny Emmon (34), hanya bisa tertunduk lesu saat tim Kejari Lahat menyerahkannya ke Lapas Klas IIA Lahat. Warga Desa Muara Siban, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat itu, merupakan terpidana kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Venny dijemput Tim Intel dan Pidum Kejari Lahat, saat berada di kediaman mertuanya di Desa Tanjung Payang, Kecamatan Kota Lahat, Selasa malam (12/02). Venny ditetapkan sebagai buronan selama tiga tahun, atas perkara kekerasan anak tahun 2015 lalu. Dengan korban RY yang saat itu berusia 11 tahun, dengan cara memukul belakang leher RY saat pulang sekolah di Desa Pandan Arang Ulu, Kecamatan Kota Agung, Lahat.

“Awalnya kita ke kediaman terpidana di Desa Muara Siban Lahat, rupanya terpidana tidak di tempat. Tim lanjut ke kediaman mertuanya di Desa Tanjung Payang, Lahat, saat itu terpidana sedang duduk nyantai di teras rumah,” terang Kasi Pidum Kejari Lahat, Variska AR, Kamis (13/02).

Venny diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat 3 bulan penjara, denda sebesar Rp1 juta, subsidiair satu bulan kurungan. Ia sempat menolak digiring petugas dengan alasan sedang mengandung lima bulan, namun dengan cara persuasif tim Kejari Lahat tetap menggiring Venny ke Lapas Klas II A Lahat.

“Terpidananya sudah kita serahkan ke pihak Lapas. Benar ada upaya hukum Banding, putusannya menguatkan putusan PN Lahat. Selanjutnya JPU melakukan upaya Kasasi, ditetapkan menguatkan putusan PN Lahat,” jelas Variska.

Sementara, Kepala Lapas Klas II A Lahat, Maliki SH MH, melalui KPLP, Firzon membenarkan, terpidana sudah ditahan di Lapas Klas II A Lahat dengan dakwaan melanggar Pasal 80 ayat 1 Jo pasal 76c UU Nomor 35 tahun 2004, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. “Iya benar ada, terpidana dihukum 3 bulan sunsidier 1 bulan penjara,” ujar Firzon. (ari)