711,29 Gram Sabu Belum Diantar, Cepot Keburu Diringkus

Kasatnarkoba Polrestabes Palembang, AKBP Siswandi (kemeja putih), mengintrogasi tersangka Cepot, Rabu (26/02). Foto: Mizon bulek

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pernah satu kali berhasil menjadi kurir narkoba jenis sabu, membuat Andrian Permana alias Cepot (35), warga Jalan KH Azhari, Lorong Kapitan, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, ketagihan dan kembali menerima pekerjaan mengantar barang haram tersebut. Namun sialnya, kali kedua ini ia diringkus anggota Satresnarkoba Polrestabes Palembang.

Dari hasil penggeledahan di rumahnya, Selasa (25/02), sekitar pukul 10.15 WIB, polisi menemukan barang bukti 7 paket besar sabu dengan total berat 711,92 gram, satu tas ransel, tujuh bal plastik klip, satu timbangan digital, dua buku catatan, dan dua ponsel.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, didampingi Kasatnarkoba, AKBP Siswandi mengatakan,  tertangkapnya kurir sabu ini berkat informasi yang didapat anggota Satresnarkoba, bahwa tersangka sering melakukan transaksi dan mengantar narkoba jenis sabu.

“Kemudian anggota melakukan penyelidikan, setelah informasi akurat langsung dilakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya. Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, didapat satu  tas ransel berisi beberapa bungkusan narkoba jenis sabu,” jelas Anom, saat press rilis di aula Mapolrestabes Palembang, Rabu (26/02).

Dikatakan Anom, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk menelusuri asal usul sabu dan bandarnya.  “Kita akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus peredaran narkoba ini, termasuk mencari tahu asal barang dan siapa bandarnya,” tegasnya.

Untuk pelaku sendiri, tegasnya, akan dijerat Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati serta bisa juga hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.

Sementara itu, tersangka Andrian Permana alias Cepot, mengakui jika dirinya sebagai kurir dalam mata rantai peredaran narkoba jenis sabu tersebut.

“Barang itu bukan punya saya, tapi punya teman. Saya Cuma bertugas menerima, menyimpan dan mengatarnya. Setiap satu bungkus besar sabu, saya dapat upah Rp500 ribu dan uangnya dipakai untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya. (zon)