Kawanan Begal Sadis Diringkus, Satu Dipelor, Lima Mulus

Keenam begal yang berhasil diringkus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, Selasa (25/02). Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Enam dari delapan kawanan begal sadis yang membacok serta merampas sepeda motor milik korban Putra (18), warga Jalan Abikusno, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, berhasil diringkus anggota Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang.

Keenam begal tersebut, PJ alias Jo (15), warga Lorong Sungai goren I, Kelurahan I, Ulu, Kecamatan SU I,  RA (16), warga Lorong Syailendra, Kelurahan I Ulu, Kecamatan SU I, AT (15), warga Lorong AA, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I, RF (17) warga Jalan Faqih Usman, Lorong Binjai, Kelurahan 3-4 Ulu, Rahmat Hidayat (19) dan M Ridho Pratama (21), keduanya warga Rusun blok 13 Lantai 3, Kelurahan Kebun Duku, Kecamatan Bukit Kecil.

Namun, ketika akan diringkus di rumahnya masing-masing, Selasa (26/02), sekitar pukul 23.00 WIB, salah satu pelaku, M Ridho Pratama, berupaya hendak kabur sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur dengan timah panas di kakinya.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kasubnit Pidum, Ipda Andrian mengatakan, kelima pelaku diringkus karena melakukan aksi begal terhadap korban di atas Jembatan Ogan Kertapati, pada 14 Agustus 2019, sekitar pukul 18.15 WIB.

“Waktu itu, korban bersama saksi Charles (17) dan Riky (18), melintas di Jembatan Ogan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX Nopol BG 4962 ACK. Lalu datang delapan  pelaku dengan mengendarai empat sepeda motor dan menyalip motor korban, kemudian langsung membacok korban dan saksi pada bagian tangan dan pinggang sehingga korban dan saksi berlari menyelamatkan diri,” jelas Andrian, Rabu (26/02).

Kemudian, lanjut Andrian,  para pelaku mengambil sepeda motor korban dan membawanya kabur. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai  Rp20 juta, dan orang tua korban membuat laporan polisi ke SPKT Polrestabes Palembang.

Sementara itu, pelaku Ridho mengakui telah melakukan pembegalan terhadap korban bersama tujuh temannya serta membawa kabur motor korban.

“Motor korban dijual oleh Edo, tapi tidak tahu berapa dijualnya. Kami masing-masing hanya mendapat bagian Rp300 ribu,” ucapnya. (zon)