Juni 2020, 100% Warga Prabumulih Miliki EKTP

Wako Prabumulih H Ridho Yahya, didampingi wawako dan sekda saat memaparkan program strategis Pemkot Prabumulih termasuk diantaranya target 100 persen EKTP, dihadapan kepala OPD se-Kota Prabumulih, Selasa (03/03/2020). Foto: humas pemkot prabumulih

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, menargetkan Juni 2020 mendatang, 100 persen warga Prabumulih yang wajib E-KTP sudah melakukan perekaman dan memiliki E-KTP.

“Tinggal sedikit lagi, kita pastikan Juni mendatang seluruh masyarakat Prabumulih 100 persen memiliki E-KTP,” ujar H Ridho Yahya MM saat membuka rapat forum perangkat daerah tahun 2020, di Ballroom Hotel Grand Nikita Prabumulih, Selasa (03/03/2020).

Dikatakan Ridho, saat ini tersisa 3000-an masyarakat yang belum melakukan perekaman dan pencetakan. “Informasi yang saya dapat ada sekitar 1 persen atau sekitar 3000-an warga belum memiliki EKTP,” ungkapnya.

Karena itulah, sambung Ridho, pihaknya telah memerintahkan kepada Disdukcapil dan pihak kecamatan serta kelurahan dan desa untuk “jemput bola” ke lapangan guna melakukan pendataan dan perekaman.

“Petugas kita sudah datang langsung ke rumah-rumah warga, pendataan terus dilakukan kita yakin Juni mendatang sudah tuntas 100 persen. Sekarang ini kalau dibanding daerah lain ibarat berangkat ke Palembang, daerah lain baru mau berangkat, kita sudah sampai Karya Jaya, sedikit lagi sampai,” bebernya.

Sementara, Kadisdukcapil, Haryadi Qori mengatakan, pihaknya menargetkan paling lambat dua bulan lagi (Mei 2020) seluruh warga Prabumulih telah memiliki E-KTP. “Target kami 2 bulan kedepan sudah tuntas semuanya 100 persen warga Prabumulih sudah memiliki EKTP,” ungkapnya.

Terkait target itu sambung Haryadi, pihaknya telah menyerahkan data penduduk belum melakukan perekaman kepada kelurahan dan desa agar diimbau segera melakukan perekaman.

Disinggung jumlah penduduk belum melakukan perekaman maupun belum memiliki E-KTP, Haryadi menuturkan dari 197.123 ribu jiwa penduduk Prabumulih wajib EKTP, sebanyak 135 ribu jiwa. “Kalau dipersentasekan sekitar 3 persen atau sekitar dua ribuan penduduk wajib EKTP belum melakukan perekaman atau sekitar 1 persen dari jumlah penduduk,” pungkasnya. (wan)