Penarik Bentor Ditemukan Tewas Gantung Diri

Tim Inafis Polrestabes Palembang dan Polsek SU I melakukan olah TKP, Rabu (11/03). Foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Warga Jalan SH Wardoyo, Lorong Mutiara 4, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, digemparkan dengan penemuan seorang warganya yang tewas gantung diri, yakni Mudarwin alias Wiwin (43).

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Juwita (50), dalam kondisi tewas tergantung menggunakan kain warna coklat yang terikat di kayu plafon ruang depan rumahnya, Rabu (11/03), sekitar pukul 08.15 WIB.

Data kepolisian menyebutkan kronologis kejadian, sekitar pukul 07.30 WIB, saksi Juwita datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) Untuk membersihakan rumah bagian bawah dan memanggil korban namun tidak ada jawaban.

Kemudian saksi membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan mendapati korban dalam keadaan sudah tak bernyawa dengan kondisi gantung diri menggunakan kain coklat dan di bawahnya terdapat satu kursi plastik warna merah.

“Saya terkejut melihat suami saya tewas gantung diri tanpa mengenakan baju. Lalu saya melapor ke Pak RT dan menghubungi pihak kepolisian,” ungkapnya.

Kapolsek SU I Kompol Mario Ivandry, membenarkan adanya seorang pria yang ditemukan tewas karena diduga gantung diri di wilayah hukumnya.

“Kita sudah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polrestabes Palembang,” ujarnya.

Dari has olah TKP dan pemeriksaan saksi, kata Mario, koran meninggal dunia murni karena gantung diri. Karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari TKP ditemukan kain warna coklat yang terlilit di leher korban, dan si alat kelaminnya mengeluarkan cairan (sperma),” terangnya.

Dari keterangan saksi Juwita, tambah Mario, korban memang  sedang mengidap suatu penyakit.

“Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan Visum dan sudah membuat pernyataan tertulis, karena pihak keluarga telah menerima atas musibah tersebut,” pungkasnya.

Sementara menurut Zainuddin, kakak kandung korban, yang pertama kali menemukan adalah istri korban. “Keluarga sempat melepaskan kain yang menjerat  leher korban tapi nyawanya tidak tertolong,” katanya.

Menurut Zainuddin, korban memang kerap mengalami depresi. Hal inilah yang diduga kuat menjadi penyebab ia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Almarhum ini sering depresi, entah apa penyebabnya. Korban sehari-hari bekerja narik bentor, dan sempat mengantar penumpang pagi tadi hari sebelum ditemukan gantung diri,” tuturnya.

Rencananya, hari ini jenazah korban akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Meranjat, Kabupaten Ogan Ilir.

“Sore ini sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah korban akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Meranjat,” tandasnya. (zon)