Masyarakat Deteksi Dini Kanker Masih Rendah

Kegiatan seminar wanita dan kesehatan bertajuk Waspada Kanker oleh Women’s Caring Community, Sabtu (14/03/2020). Foto Istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Penyakit kanker masuk golongan penyakit mematikan terbesar di dunia. Meski demikian, masyarakat minim melakukan deteksi dini penyakit ini.

Women’s Caring Community menggelar seminar Wanita dan Kesehatan dengan tema Waspada Kanker, di Hotel Sintesa Peninsula Palembang, Sabtu (14/03/2020).

Seminar gratis kalangan wanita dari berbagai profesi ini menghadirkan penulis dan penyintas kanker dari Surabaya, Endri Kurniawati dan Direktur RS Hermina Palembang, dr Renny Puspita MARS, serta Komunitas Penderita Kanker Payudara Palembang.

Ketua Women’s Caring Community Hj Purwiastuti Kusumastiwi mengatakan, seminar ini dalam rangkaian peringatan Women Day dan Hari Kanker Sedunia.

“Kegiatan ini sebagai bentuk empati kita kepada penderita kanker payudara. Jumlah penderita bisa ditekan jika sejak awal sudah bisa dicegah dan dideteksi sejak dini, dan ini akan terus kita lakukan guna meningkatkan kesadaran untuk dapat mendetksi dini kanker,” ujarnya.

Sementara Penulis dan Penyintas Kanker dari Surabaya, Endri Kurniawati mengungkapkan, bahwa satu dari delapan wanita di Indonesia bisa berpotensi memiliki penyakit kanker. Apalagi bagi yang memiliki gen atau keturunan pernah mengidap penyakit tersebut, dampaknya bisa mencapai 20-25 persen.

“Ada beberapa gejala kanker yang bisa kita ketahui seperti ada benjolan di payudara, puting mengeluarkan cairan, maupun kulit sekitar payudara berkerut seperti kulit jeruk,” terang Endri Kurniawati.

Oleh sebab itulah, penanganan kanker dilakukan berdasarkan tingkat penyebaran penyakit ke jaringan. “Maka saya menghimbau untuk semua wanita lakukan deteksi ini, jangan menungu,” himbaunya.

Endri pun menceritakan saat dia divonis kanker yang membuatnya terpukul. Namun dia tetap berpikir jernih dan semangat menjalani kegiatan medis.

Berbagai upaya dan saran pun ia mulai masuk dari berbagai rekan dan sahabat. Mulai dari herbal, minum rebusan daun sirsak, rompi anti kanker hingga kemoterapi. (har)