Baru Tiga Bulan Keluar Penjara, Residivis Dipelor Lagi

Tersangka ketika mendapat perawatn luka tembak di RS BARI Palembang. Foto: Mizon

PALEMBANG, PALPOS.ID – Meski pernah merasakan perihnya timah panas dan dijebloskan ke penjara, namun tidak membuat jera Feri Nora (35), warga Jalan Srinanti, Kelurahan Sungai Gerong, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

Residivis ini kembali dipelor oleh Tim Tekab 134 dan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, lantaran mengulangi perbuatannya mencuri sepeda motor milik korban Perawati (23), warga Lorong Sekolah, Kelurahan Talang Jambe Palembang.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Tekab 134, Iptu Tohirin, membenarkan penangkapan terhadap residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut.

“Benar, pelaku terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas di kaki kanannya, lantaran mencoba kabur saat akan ditangkap di tempat persembunyiannya,” tegas Tohirin, Selasa (17/03).

Dikatan Tohirin, pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban Perawati yang telah kehilangan sepeda motor Honda Beat warna Magenta Hitam saat terparkir di halaman Rumah Makan Ayam Bakar di Jalan Rajawali, Kelurahan 9 Ilir Palembang, pada 18 Juni 2018 yang lalu, sekitar pukul 19.15 WIB.

“Aksi pelaku terekam CCTV, sehingga berbekal rekaman dan laporan dari korban, kita melakukan penelusuran dan penyelidikan. Ternyata pencurinya adalah tersangka Feri Nora, lalu kita membentuk tim gabungan dari Unit Pidum dan Tekab 134,” jelasnya.

Setelah beberapa lama melakukan penyelidikan, akhirnya polisi berhasil mengetahui persembunyian pelaku dan langsung melakukan penangkapan. Namun tersangka melakukan perlawanan dan mencoba kabur, sehingga ditindak tegas.

“selain meringkus tersangka, kita juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor diduga hasil curian. Pelaku ini baru tiga bulan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LP), dan pernah ditindak tegas juga oleh kita,” tegas Tohirin.

Dari pengakuan pelaku, sepeda motor hasil curian dijualnya ke daerah di luar Palembang. “Motor-motor hasil curian saya jual ke luar Palembang,” katanya meringis kesakitan. (zon)