Dewan Muara Enim Desak Sekolah Diliburkan

Jonidi SH, Ketua Komisi IV DPRD Muara Enim. Foto: istimewa/net

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Kebijakan Pemkab Muara Enim tidak meliburkan sekolah dalam penetapan masa status waspada corona, menuai kritik dari wakil rakyat.

Ketua Komisi IV DPRD Muara Enim Jonidi SH mempertanyakan kebijakan Pemkab Muara Enim tersebut. “Penetapan status waspada virus corona di Muara Enim tentu kita sangat mendukung, apalagi ini anjuran pemerintah pusat. Namun kalau didaerah lain sekolah diliburkan kenapa Muara Enim tidak,”kata Jonidi, Jumat (20/03/2020).

Jonidi menyebut kebijakan tersebut dirasa kurang maksimal dalam upaya melindungi warga Muara Enim agar terhindar dari virus coorona.  Harusnya, kata Jonidi, Pemkab Muara Enim meniru langkah daerah lain yang tidak ingin mengambil resiko dengan meliburkan sekolah mulai PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA.

“Untuk benar-benar pencegahan alangkah bagusnya diliburkan, kalau ada siswa terjangkit bisa menular ke siswa lain,” ujarnya. Jonidi mengimbau, penetapan masa status waspada dimanfaatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar atau pun berkumpul dikeramaian. “Bagusnya kita puasa dulu keluar rumah, tinggallah dirumah selama 14 hari kedepan,” imbaunya.

Untuk itu, kedepan pihaknya ingin Bupati Muara Enim H Juarsah SH segera menyatakan sekolah SD, SMP dan SMA turut diliburkan dalam surat edaran peringatan status waspada corona.

Sebelumnya, Pemkab Muara Enim telah menetapkan status level waspada untuk penyebaran virus corona yang mewabah di Indonesia, Kamis (19/03/2020). Kendati demikian, dalam penetapan status waspada ini, Pemkab Muara Enim tidak meliburkan sekolah serta ASN.

Sekda Muara Enim H Hasanudin mengatakan meski  ditetapkan status waspada corona di Kabupaten Muara Enim, pemkab tidak memberlakukan kebijakan meliburkan sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA diwilayah Kabupaten Muara Enim.

Meski tidak libur, pihak sekolah dilarang menggelar kegiatan bersifat diluar kelas dan sekolah seperti ekstrakurikuler ataupun study tour baik kedalam daerah maupun luar daerah. “Kegiatan sekolah mulai SD, SMP, dan SMA tidak ada yang diliburkan terkecuali TK, Paud dan SLB, kebijakan ini terhitung mulai 20 Maret sampai 4 April 2020,” tegas Sekda. (man)