Dua Pencuri Pendrol KA Meringis Dipelor

Kedua pencuri podrol KA, terkepor saat gelar ungkap kasus di Mapolres Muara Enim, Jumat (20/03). Foto: Lukman

MUARA ENIM, PALPOS.ID Dua dari tiga komplotan pencuri besi pengikat jalur rel kereta api atau pendrol, disergap Team Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim, saat beraksi di lintasan rel kereta api KM 298+9-299+0 Desa Suka Merindu, Kecamatan Lubai, Muara Enim.

Kedua pelaku dimaksud, Tri Sutrisno alias Anet (21) dan Hariyanto alias Iyek (45), warga Dusun IV Desa Air Asam, Kecamatan Lubai. Lantaran melakukan perlawana saat akan diringkus, keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kirinya masing-masing, Selasa (17/03), sekitar pukul 19.30 WIB.

Selain meringkus kedua pelaku, polisi juga mengamankan 90 buah pedrol senilai Rp2,6 juta dan satu unit sepeda motor sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, kedua pelaku bersama barang bukti digelandang ke Mapolres Muara Enim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka Saputra SH SIK MSi didampingi Kasatreskrim, AKP Dwi Satia SIK dan perwakilan PT KAI Tanjung Karang Duhuri menjelaskan, kedua pelaku memiliki peran masing-masing, Tri Sutrisno memungut pedrol dengan karung dan pelaku Iyek membawa pedrol menggunakan sepeda motor dan menjualnya kepada Jul (DPO).

“Saat disergap, kedua pelaku melawan anggota dan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya masing-masing. Sementara penadah barang hasil curiannya, pelaku Jul  masih dalam pengejaran,” jelas AKBP Donni Eka Saputra, ketika menggelar ungkap kasus, Jumat (20/03).

Sementara, pelaku Anet  mengatakan, aksi pencurian tersebut atas perintah pelaku Jul (DPO) dan telah dua kali dilakukannya. Pertama berhasil menggasak 60 buah pedrol yang telah dijualnya Rp500 ribu perbuah kepada pelaku Jul. “Yang kedua kali, saya dan Hariyanto ditangkap,” katanya.

Dia mengaku, tidak terlalu sulit untuk melepas pedrol, cukup menggunakan sebatang kayu untuk melepas 90 buah pedrol dalam waktu 30 menit.

“Melepas pengikat rel cuma pakai batang kayu leban, cukup tiga kali pukul pendrol sudah lepas. Kalau pakai pukul besi atau godam akan menimbulkan suara keras dan warga curiga,” jelasnya. (man)