Virus Corona, Layanan Pesan Antar Jadi Pilihan

Pemeriksaan suhu tubuh kepada Mitra Driver Gojek. Foto Istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Penggunaan layanan pesan antar makanan solusi tepat ditengah pembatasan interaksi sosial akibat Corona Virus Disease (Covid-19). Apalagi layanan pesan antar makanan seperti Gofood telah memiliki standar hiegenitas produknya, sehingga keluarga dan juga pekerja social distancing atau work from home (WFH), tetap dapat menikmati asupan makanan yang baik.

Peneliti Mikrobiologi Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Asril menilai layanan pesan antar makanan seperti Gofood bisa membantu social distancing, yaitu mengurangi kontak langsung dengan banyak orang, untuk mencegah virus Corona.

“Kita tahu jika makan di restoran atau tempat makan memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi (pertukaran droplet) daripada makan di rumah. Apalagi makannya sambil ngobrol,” ujar Asril, Sabtu (21/03/2020).

Salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19, yaitu dengan cuci tangan atau menjaga jarak, dan pengecekan suhu tubuh. Menurut Asril, konsep ini juga dapat diterapkan pada layanan pesan antar makanan.

Sebelumnya, layanan GoFood dari ekosistem super app Gojek turut mendukung himbauan pemerintah bagi masyarakat untuk beraktivitas #dirumahaja dan menerapkan konsep pembatasan sosial (social distancing) melalui peluncuran inovasi opsi pengantaran makanan tanpa kontak fisik secara langsung (contactless delivery).

GoFood juga menyediakan Kartu Penanda Suhu Tubuh yang berisi informasi mengenai suhu tubuh pihak yang menangani makanan dipesan, yaitu karyawan mitra merchant yang memasak, karyawan menyiapkan makanan, serta mitra driver mengantar makanan. Tujuannya untuk memastikan keamanan dan menjaga agar makanan tetap higienis hingga di tangan pelanggan.

Dikesempatan berbeda, Pakar Kesehatan Masyarakat UI Prof Hasbullah Thabrany menilai sejalan dengan kampanye social distancing, peranan jasa antaran baik orang, barang, maupun makanan seperti GoFood dan Gojek, sangat vital. “Mereka bisa melengkapi diri dengan sering cuci tangan dengan sabun ataupun handsanitizer,” kata Hasbullah.

Dia mencontohkan mitra jasa antaran, harus siap melayani dan juga mengedukasi pelanggan agar terbiasa menjaga jarak kontak, hingga 1-2 meter.  “Para pelanggan harus memahami. Ditambah ketika membuka bungkusan pesanan, harus mencuci tangan pula,” tutup Hasbullah. (har)