DPRD Sumsel Resmi Angkat 39 Orang Tenaga Ahli

Ramadhan S Basyeban, Sekretaris DPRD Sumsel. Foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sekretariat DPRD Sumsel, resmi mengangkat 39 orang menjadi Tenaga Ahli (TA) DPRD Sumsel. Mereka yang diangkat adalah orang-orang berasal dari berbagai disiplin ilmu.

Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban berharap 39 orang ini bisa bekerja sesuai dimana ditempatkan. “Mungkin pendidikannya tidak mecing, tapi mungkin pengalamannya yang mecing. Ada juga wartawan, mungkin dari situ,” katanya, Senin (23/03/2020).

Tenaga ahli ini bekerja selama satu tahun dimulai dari bulan Maret, dengan sistim perjanjian kerja. “Apakah mampu atau tidak, belum di try, mau mencobanya dengan pekerjaan, nah kemampuan itu,” katanya.

Mengenai isu banyaknya “titipan” berbagai pihak untuk menjadi TA? Ramadhan membantahnya. “Tidak pula ada titipan,” bantah Ramadhan.

Mengenai fasilitas diterima tenaga ahli? menurutnya tidak ada fasilitas. Namun mereka mendapat honorarium tenaga ahli DPRD Sumsel Rp6 juta perbulan dan potong pajak 10 persen.

Dijelaskan Ramadhan, pemilihan tenaga ahli ini dalam aturan, yaitu PP No 18 tahun 2017 tentang hak keuangan administrasi pimpinan dan anggota DPRD di pasal 23 ayat 1, pasal 20 ayat 1 huruf c dimana tenaga ahli memiliki kemampuan berdasarkan disiplin ilmu sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tupoksi DPRD yang tercermin dalam alat kelengkapan DPRD sesuai kebutuhan DPRD atas usul anggota DPRD, pimpinan Fraksi dan pimpinan alat kelengkapan DPRD.

“Alat kelengkapan DPRD itu pimpinan, Ketua dan Wakil, Alat Kelengkapan, Komisi juga alat kelengkapan, malahan Fraksi bukan alat kelengkapan tapi diatur disini, “ katanya.

Dia berharap di pimpinan DPRD Sumsel ada satu atau dua orang tenaga ahli. “Tapi aku ada pemikiran begini, dipimpinan itu boleh melekat satu, dua dan tidak mungkin tiga tenaga ahli, karena mungkin kita perkuat di badan anggaran,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Sekwan, saat ini pihaknya sedang menyusun  tugas tambahan. Dimana dalam lampiran disebutkan, tugas tambahannya di banggar, dan dicari dari berbagai disiplin ilmu, karena yang dibahas banggar bukan keuangannya saja, mungkin masalah tanah, dan perlu ahli jembatan. (opa/rilis)