Tiga Kurir Antar Kota Diringkus Hendak Transaksi

Ketiga kurir narkoa antar kota dalam provinsi diamankan di Polrestabes Palembang, Senin (23/03). Foto: Mizon

PALEMBANG, PALPOS.ID – Tiga kurir narkoba antar kota dalam Provinsi Sumsel, diringkus Satresnarkoba Polrestabes Palembang di dua lokasi dan waktu berbeda. Ketiganya, Ari Kurniawansyah (24) warga Jalan Silaberanti, Lorong Prima, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu II, Ahmad Agus (30), warga Jalan Dwikora II, Kelurahan Sri Pangeran, Kecamatan Ilir Timur I, dan Suhendri (24), warga Jalan Sultan Agung, Lorong Lebak, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan  Ilir Timur III Palembang.

“Dari ketiga pelaku berhasil diamankan barang bukti dengan total 1000 butir pil ekstasi, dan sabu 500 gram,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasatnarkoba, AKBP Siswandi, Senin (23/03).

Siswandi mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di Jalan Indah Jaya, Kecamatan Seberang Ulu II, tepatnya di samping deler Honda.

“Kemudian, pada Jumat (20/03), sekitar 16.30 WIB, anggota melakukan pengintaian di TKP dan melihat seorang lelaki seperti yang diinformasikan, lalu langsung mengamankan pelaku Ari Kurniawansyah,” jelasnya.

Ketika digeledah di dalam mobil Daihatsu Gran Max Nopol BG 9654 AQ yang dikendarai pelaku, ditemukan kantong plastik hitam berisi satu bungkus sabu dalam kemasan Teh Cina merk Guanyiwang dengan berat 440 gram, dua bungkus plastik bening masing-masing  berisi 500 butir pil ekstasi warna hijau logo banteng, dan 500 butir warna merah muda logo LV.

Berselang dua hari, Minggu (22/03), sekitar pukul 22.30 WIB, anggota Satresnarkoba Polrestabes Palembang, kembali meringkus dua kurir, Ahmad Agus dan Suhendri, di Jalan A Rozak, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni.

“Dari kedua kurir ini, disita barang bukti 20 butir ekstasi warna merah muda  logo kepala Alien, satu bungkus sabu seberat 10,33 gram, satu timbangan digital dan dua unit ponsel,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, ketiga kurir narkoba tersebut dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (zon)