Tour Travel di Provinsi Sumsel Rumahkan Karyawan

Anton Wahyudi SE, Ketua DPD ASITA Sumsel. foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Wabah Covid 19 atau virus corona sangat besar pengaruhnya terhadap bisnis tours and travel. Hingga beberapa travel agen terpaksa merumahkan karyawannya.

Dikatakan Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel (ASITA) Sumsel, Anton Wahyudi SE, Senin (23/03/2020), semua kegiatan dibatalkan guna menghindari penyebaran wabah corona.

Hal ini berimbas pada penjualan tiket pesawat, hotel bahkan keberangkatan umroh yang memang sudah lama dilakukan kebijakan menutup Masjidil Haram dari kedatangan jemaah umroh.

“Omset turun hingga 70 persen lebih, karena operasional perusaan tetap berjalan, sementara tidak ada pendapatan selama virus ini mewabah. Beberapa rekanan kita terpaksa rumahkan karyawan,” tegasnya.

Hingga saat ini pihaknya tidak bisa berbuat lebih untuk dapat memulihkan kondisi perusahaan yang dipimpin. Terlebih negara tujuan tour yang biasa diadakan para agen ini merupakan negara yang memang sudah terpapar corona dan sudah menerapkan lock down untuk menutup mata rantai penyebaran virus corona.

Sementara, Manager YK Madira Travel, Irwan Imron menuturkan, total operasional perusahaan tutup. “Sama sekali tidak ada kegiatan. Ada 4 group tour, dua diantaranya dijadwalkan ulang dan dua lagi ditunda,” jelas Irwan.

Irwan mengungkapkan, sejak April hingga Maret sudah dipastikan seluruh travel agen menutup kegiatan tour dan semua kegiatan lainnya. “Artinya rugi pemasukan, tidak ada lagi orang beli tiket,” tutup Irwan. (har)