Walikota Langsung Tunjuk Plt Direktur RSUD

Ir H Ridho Yahya, Walikota Prabumulih. Foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Kabar duka menyelimuti Pemkot Prabumulih, Direktur RSUD Prabumulih, dr H Efrizal yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) RSMH Palembang, meninggal dunia, Senin (23/03/2020), sekitar pukul 06.15 WIB.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab kematian dokter kelahiran 53 tahun silam, yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Unsri itu.

Meskipun demikian, jenazah almarhum dimakamkan sesuai SOP penderita corona di TPU Desa Sugihan Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim. “Pemakaman tetap menggunakan SOP corona, tapi itu belum pasti, jangan salah dulu kata Pak Gubernur, aku sudah menerima beritanya,” ujar Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, Senin (23/03/2020).

Hal itu dilakukan, sambung suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho ini, sebagai langkah pencegahan hal-hal tidak diinginkan. “Jadi belum pasti dia (Penyebab kematiannya), tapi pemakamannya SOP Corona lebih baik mencegahnya dulu kata beliau,” ungkapnya.

Ridho menuturkan, terkait meninggalnya direktur RSUD tersebut dirinya sudah menunjuk Kadinkes dr Happy Tedjo sebagai Plt direktur RSUD Prabumulih. “Sudah kita tunjuk langsung Pak Tedjo (kadinkes), kita butuh dokter-dokter senior agar secepatnya bisa menjalankan tugas dan bisa menenangkanlah,” tuturnya.

Disinggung masalah ketersediaan APD (alat pelindung diri) bagi tenaga medis di RSUD Prabumulih yang rentan terjangkit, orang nomor satu di Kota Prabumulih ini mengatakan, pihaknya tengah berupaya mencari stok APD tersebut.

“Itu yang kita khawatirkan sejak dahulu (stok kosong), ternyata kejadian kan duit ada barang tidak ada. Karena itu, kita terus mencari di instansi vertikal tadi, kita minta tolong kalau dia aca chanel dimana dia dapat mencarinya,” kata Ridho seraya mengatakan untuk RSUD Prabumulih sudah dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

Lebih lanjut Ridho mengimbau instansi terkait dan juga vertikal seperti yonzipur, Subdenpom dan Polres, dapat melakukan penyemprotan lingkungan sekitar, jika melakukan penyemprotan disinfektan. “Seperti yonzipur, kalau nyemprot asrama, semprot juga rumah warga sekitar,” harapnya. (wan)