Pencuri Ponsel Tersungkur Dipelor

PALEMBANG, PALPOS.ID –  Hanya berselang empat jam usai mencuri ponsel di rumah, KA Rahman (50), di Jalan Kapten Cek Syech, Lorong Masjid, Kelurahan Bukit Kecil, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.

Yosep Wijaya (28), diringkus di rumahnya oleh anggota Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, Rabu (25/03), sekitar pukul 20.15 WIB.

Namun, saat mengetahui kedatangan polisi yang hendak menangkapnya, dia berusaha melarikan diri dan tidak mengindahkan tembakan peringatan ke udara. Akibatnya, polisi terpaksa melakukan tidakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan tersangka di kaki kiri hingga tersungkur ke tanah.

Setelah mendapat perawatan medis di RS BARI Palembang, pelaku Yosep dan barang bukti satu unit Ponsel merk Oppo A3S dan potongan pecahan kaca nako langsung digelandang ke Mapolrestabes Palembang, untuk diproses hukum lebih lanjut.

Data kepolisian menyebut, kejadiannya Rabu (25/03), sekitar pukul 04.15 WIB, saat korban sedang tidur, lalu mendengar suara berisik di ruang tamu. Kemudian korban bangun dan melihat ada tangan yang masuk melalui kaca nako mengambil ponsel di atas meja.

Melihat ponselnya akan dicuri, lantas korban langsung memegang tangan pelaku dan sempat terjadi tarik menarik hingga membuat kaca nako pecah. Kemudian pelaku langsung kabur dan berhasil mengambil HP milik korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian satu unit ponsel merk Oppo A3S, seharga Rp1,9 juta, dan langsung melapor ke SPKT Polrestabes. Kemudian ditindak lanjuti anggota Unit Pidum dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan, hingga berhasil meringkus tersangka.

“Dari pengakuan tersangka, dia beraksi bersama seorang temannya inisial R (DPO) yang masih dalam pengejaran anggota kita. Pelaku ditindak tegas karena berupaya kabar saat akan ditangkap di kediamannya,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Suryono melalui Kasub Pidum, Ipda Andrean, Kamis (26/03).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat). “Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” tegas Andrean.

Ketika diintrogasi anggota Unit Pidum, tersangka mengakui telah melakukan pencurian ponsel bersama temannya R (DPO) di rumah korban.

“Iya, Pak. Kami beduo yang maling HP di rumah korban. HP nyo kami jual di daerah Gandus Rp600 ribu, duitnya kami bagi duo,” katanya, sambil meringis kesakitan. (zon)