17 Pasien Diisolasi, 285 Dalam Pengawasan

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gugus tugas percepatan penanggulangan virus corona (Covid-19) Sumatera Selatan, mencatat hingga saat ini masih terdapat satu kasus positif virus corona dan sudah meninggal dunia.

Sementara itu, 17 orang masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi, serta 285 orang dalam pemantauan (ODP).

“Data yang diterima sampai dengan Kamis (26/03), ada 17 PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi. 7 orang dirawat di Rumah Sakit Dr Mohammad Hosein (RSMH) Palembang,” kata Juru bicara gugus tugas percepatan penanggulangan virus corona Sumsel, Yusri.

Sisanya, lanjut Yusri, dirawat di rumah sakit lain yang merupakan rujukan pemerintah. Rinciannya, dua di Musi Banyuasin, empat di Ogan Komering Ulu (OKU), sementara sisanya masing-masing satu pasien di Muara Enim, OKI, Pagar Alam, dan satu di Palembang tapi bukan di RSMH Palembang.

Sedangkan untuk orang dalam pemantauan, lanjutnya, tercatat ada 285 orang. Mereka tersebar di 18 kabupaten/kota yang ada di Sumsel. Namun secara keseluruhan ODP lebih di dominasi dari wilayah Kota Palembang dengan jumlah 152 orang.

Sementara itu, juru bicara gugus tugas percepatan penanggulangan virus corona Sumsel, dr Zen Ahmad, mengatakan, penanganan PDP dan ODP akan semakin ditingkatkan seiring dengan terus meluasnya daerah transmisi lokal.

Menurutnya, orang yang baru pulang dari daerah yang sudah ditetapkan sebagai transmisi lokal akan ditetapkan sebagai ODP. Jika mereka mengalami satu gejala seperti batuk, demam, dan flu.

“Bahkan rencananya ODP akan ditempatkan di tempat khusus yakni di Wisma Atlet atau Asrama Haji Palembang. Hal ini untuk menekan potensi penyebaran virus,” katanya.

Zen menambahkan, proses pemeriksaan spesimen pasien kini juga tidak harus dilakukan di Jakarta tetapi bisa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. Hal itu setelah alat Reagen Polymerase Chain Reaction sudah tersedia.

“PCR adalah pemeriksaan dengan teknologi amplifikasi asam nukleat untuk mengetahui ada atau tidaknya virus dan untuk mengetahui genotipe virus. Maka itu pemeriksaan juga dapat lebih cepat,” katanya. (ika)