Mengulik Sepak Terjang Nasir : Ternyata Pernah Melakukan Aksi Sasar Nasabah Bank di Bangka

Nasir, terkulai di kursi roda setelah kedua kakinya ditembak polisi, Sabtu (28/03).

PALEMBANG, PALPOS.ID – Salah dari tiga komplotan perampok bersenjata api yang menyasar Toko Emas Cahaya Murni di Pasar Sungai Lilin, Muba, Kamis (26/03), pukul 12.12 WIB, adalah Nasir (42).

Warga Desa Pulau Raman, Kecamatan Tanjung Raja Selatan Kabupaten Ogan Ilir ini merupakan residivis. Beruntung nasibnya dibanding dua temannya lain yang menemui ajal setelah ditembak polisi.

Nasir hanya dilumpuhkan anggota Subdit IV Jatanras Polda Sumsel, dengan peluru mendarat di kedua kakinya. Sedankan dua temannya, M Ali (40), warga Tanjung Raja, Ogan Ilir dan Pendi (49), warga Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, tewas setelah baku tembak dengan polisi.

Dari pengakuan Nasir, sebelumnya, ia pernah menjadi pilot dalam perkara curas atau jambret di Bangka. Aksinya tertangkap polisi. Dia pun ditahan selama 1,5 tahun.

“Itu tahun 2000, kami menyasar nasabah bank. Aku sebagai pilot saja. Karena itu ditahan, terus beraksi lagi dan gagal,” ungkap Nasir.

Nasir juga mengaku dalam aksi perampokan di toko emas Cahaya Murni, ia diajak Pendi warga gandus yang tewas ditembak polisi.

“Pendi yang ngajak aku, katanya butuh mobil. Aku ikut bantu saja, dapatlah mobil Avanza putih sewaan itu. Sudah dibayar Rp 400 ribu,” katanya.

Soal senjata api jenis revolver, Nasir mengaku tidak membawa. “Pendi sama Ali yang bawa senpi, aku cuma membantu. Sajam juga tidak bawa aku. Jadi cuma mengantar pelaku saja,” cetusnya.

Untuk emas sendiri, Nasir belum sempat menikmati hasilnya. “Belum sempat dapat hasil. Ya kalau dapat uangnya cuma untuk kebutuhan sehari-hari saja,” tukasnya.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIk didampingi Kasubdit 3 Jatanras Kompol Suryadi SIk dan Kanit V Kompol Zainuri SH mengatakan pihaknya menindak tegas satu pelaku atas nama Nasir. Sedang dua lagi Pendi dan Ali tewas usai baku tembak dengan anggotanya di Indralaya.

“Tinggal 5 pelaku lagi, dengan tiga dapat. Untuk barang bukti 3 kilogram sudah kita selamatkan. Namun menurut pihak toko total 6 kilogram emasnya,” ujarnya.

Diteruskan Hisar, dari pemeriksaan CCTV, 4 pelaku yang masuk menggunakan sejata api. Sedangkan lainnya di luar masih diselidiki.

“Tim gabungan kita bagi dua, satu tim dipimpin Unit V Jatanras dan tim dua oleh Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris SH yang mengembangkan kasus ini,” tukasnya.

Dari penuturan Delfi Saputra (24), korban,  saat kejadian ia ditodong pelaku jarak setengah meter dengan senpi.

“Cepat sekali pelaku, 4 pelaku pakai senpi semua. Pas kejadian di dalam ada bapak sama ibu juga. Total emas diambil 6 kilogram seharga Rp 4,2 miliar,” katanya sambil mengucapkan terima kasih ada kerja cepat kepolisian menindak tegas para pelaku perampokan bersenjata api ini. (den)