Pilkada Serentak Tujuh Daerah di Sumsel Ditunda

Iin Irwanto, Ketua Bawaslu Sumsel. foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Komisi II DPR RI, bersama Kemdagri, beserta penyelenggara pemilu, yakni: KPU, Bawaslu, dan DKPP telah membuat keputusan bersama terkait pelaksanaan pilkada serentak di tanah air, termasuk di 7 daerah di Sumsel.

Adapaun keputusan dihasilkan adalah  menunda pelaksanaan pilkada serentak 2020 mendatang, sebagai tindak lanjut dari merebaknya virus corona.

Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana, membenarkan penundaan pilkada serentak 2020. Dia mengatakan dengan adanya keputusan bersama, artinya secara resmi pilkada serentak ditunda. Dan KPU Sumsel menunggu Perpu terkait penundaan pilkada serentak 2020.

“Surat diatas sudah biso kito artikan pilkada serentak 2020 resmi ditunda,” kata Kelly, Selasa (31/03/2020). Kelly mengatakan, pilkada 2020 dianggap berlangsung sampai tahapan penundaan sekarang dan nantinya tahapan dilanjutkan jika sudah ditetapkan hari pencoblosan baru, yang dinamakan pilkada lanjutan.

Menurutnya ada tiga opsi hasil usulan KPU, yaitu opsi A pelaksanaan pemungutan suara dilaksana 9 Desember 2020, opsi B digelar 17 Maret 2021, opsi C digelar 29 September 2021. “Soal putusan hari H nanti akan diputuskan KPU, Pemerintah dan DPR-RI,” tukasnya.

Untuk diketahui, daerah yang melaksanakan pilkada serentak di Sumsel yaitu Kabupaten OI, PALI, Musi Rawas, Muratara. Kemudian, Kabupaten OKU, OKU Selatan, dan OKU Timur.

Dukungan yang sama juga disampaikan Ketua Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto menyampaikan kepada seluruh masyarakat Sumsel untuk dapat menerima dan menghormati penundaan ini serta mengikuti anjuran dari pemerintah agar bersama-sama mencegah penyebaran wabah virus corona khususnya di Sumsel.

“Terkait dengan penundaan tahapan, baik kepada bakal calon perseorangan maupun masyarakat agar menghormati penundaan ini, karena keselamatan lebih penting untuk kita semua. Esensinya pemilu untuk manusia, bukan manusia untuk pemilu,” pungkas Iin. (opa/rilis)