Situasi Darurat, Banyuasin Lakukan Lockdown

Rapat koordinasi pencegahan Covid-19 dipimpin Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Senin (30/03/2020). Foto: malyadi/Palpos.ID

BANYUASIN, PALPOS.ID – Rapat koordinasi pencegahan Covid-19 yang dipimpin Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Senin (30/03/2020) bersama Forkompimda, OPD dan Camat memutuskan kemungkinan lockdown dilakukan. Itu jika situasi semakin memburuk, akan dilakukan lockdown secara total.

Pemkab Banyuasin sudah memikirkan dampak ekonomi dan dampak sosial bagi masyarakat. Namun masyarakat Bumi Sedulang Setudung tidak perlu khawatir, Pemkab Banyuasin akan menjamin biaya hidup masyarakat ekonomi lemah dengan pemberian subsidi.

“Petani kita minta tidak menjual gabah atau beras ke luar Banyuasin, simpan untuk keperluan hidup ketika kondisi benar-benar tidak menentu. Pemkab tengah mempersiapkan anggaran membeli gabah masyarakat, nantinya disimpan di lumbung-lumbung untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan,” ungkap Bupati Banyuasin H Askolani SH MH.

Kemudian, Pemkab Banyuasin menyiapkan lokasi isolasi OPD menjadi PDP di RSUD sebanyak 10 kamar, RS Pratama Makarti dan Sukajadi 4 kamar, Mess Pemkab 32 kamar dan Rusunawa 40 kamar dengan menyiagakan 80 dokter.

Selain itu, dana DAK sesuai surat menteri keuangan yang sedang dikerjakan dan akan dikerjakan ditunda untuk persiapan tanggap darurat, nantinya digunakan untuk bantuan sosial dan sembako bagi masyarakat bila lockdown.

“Saya instruksikan camat harus berada di kecamatan, termasuk kepala dinas tidak boleh meninggalkan Kota Pangkalan Balai. Semuanya wajib tinggal di rumah dinas yang telah disiapkan Pemkab Banyuasin,” tegas orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung ini.

Terkait stok pangan dipastikan oleh Pemkab Banyuasin dalam kondisi aman, beras cukup untuk 23 bulan, jagung 48 bulan dan cabe 6 bulan. Telur ayam ras 1 bulan, daging ayam ras 9 bulan, daging sapi 8 bulan, ikan 3,5 bulan. Minyak goreng 1 bulan dan gula pasir 1,5 bulan.

Khusus keamanan Polres Banyuasin menyiapkan 3 kompi dan Dandim 0430 menyiapkan 2 kompi pasukan. Jika situasi tidak kondusif, Polres, Dandim, Camat akan membubarkan kerumunan massa, seperti acara resepsi dan nongkrong di tempat hiburan, kafe dan lainnya. (mal)