Dampak Virus Covid -19, Anggaran Pilkada OKU Dibekukan

Naning Wijaya, Ketua KPU OKU. Foto: istimewa/net

BATURAJA, PALPOS.ID – Dampak Covid-19 bukan hanya tahapan dan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten OKU dilakukan penundaan. Bahkan anggaran KPU OKU dari Pemda OKU untuk Pelaksanaan Pilkada dibekukan. Anggaran tidak bisa digunakan lagi, terhitung akhir April 2020.

Itu dibenarkan Ketua KPU OKU, Naning Wijaya, didampingi Anggota KPU Yudi Risandi, Selasa (07/04/2020). Naning mengaku, dengan dibekukannya anggaran, artinya terhitung akhir April 2020, KPU tidak ada kegiatan. Anggaran Pilkada rencananya dikembalikan ke Pemda OKU.

“Pengunaan anggaran dikunci sampai akhir April 2020. Bulan Mei 2020 sisa anggaran pelaksanaan Pilkada OKU yang belum terpakai tidak bisa digunakan,” jelas Naning.

Dana ini nantinya, kata dia, akan dikembalikan ke Pemda OKU. Untuk sistem pengembalian sekarang ini sedang diatur. “Dan Pastinya kita masih menunggu Perpu resmi tentang penundaan Pilkada 2020,” jelas Naning.

Naning menjelaskan, sebelumnya KPU OKU mendapatkan dana hibah penyelenggaraan Pilkada OKU Rp 40,5 miliar. Baru dicairkan sekitar 40 persennya atau sekitar Rp 17 miliar. “Dana Rp 17 miliar ini belum terpakai semua. Masih ada anggaran belum terpakai. Sisanya ini akan dikembalikan ke Pemda OKU. Selebihnya memang belum dicairkan,” jelasnya.

Naning menegaskan belum bisa menyebutkan secara rinci berapa anggaran kegiatan Pilkada yang sudah terpakai. Saat ini pihak KPU OKU masih melakukan penghitungan. “Untuk lebih pastinya mengenai pengembalian ini, kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” teganya.

Bukan itu saja, untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS), kelurahan dan desa se-Kabupaten OKU yang baru dilantik sementara kegiatannya dibekukan. PPS kelurahan dan desa belum bisa melaksanakan tugas dan fungsinya sampai waktu yang belum ditentukan.

“Meski sudah dilantik, PPS kelurahan dan desa kegiatannya dibekukan. Mereka belum bisa membentuk kesekreteriatan di kelurahan/desa,” jelasnya. Untuk masa kerja PPS sendiri selama delapan bulan, kata Naning, akan disesuaikan dengan tahapan jadwal perubahan PKPU Tahapan Pilkada jika sudah keluar nantinya. (eco)